Dituding Rugikan Buruh, Keabsahan Izin Operasional PT Asahi Tapteng Dipertanyakan

Pandan, PRESTASI REFORMASI.Com – PT. Asahi adalah salah satu perusahaan terbesar yang bergerak di bidang tangkahan, ikan beku, fish meal di Tapanuli Tengah.  Namun di balik kemegahan dan kejayaan perusahaan tersebut, akhir-akhir ini mendapat sorotan tajam berkaitan dengan kebijakan di sektor ketenagakerjaan yang dituding rugikan buruh.

Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh wartawan PRESTASI REFORMASI.Com dari berbagai sumber, disebut-sebut bahwa PT Anugerah Samudera India (PT Asahi) dituduh bersikap tidak adil dalam memberlakukan pengupahan berdasarkan waktu dan status para pekerja. Sehingga  buruh yang dirugikan meminta Bupati Tapanuli Tengah, Disnaker Tapteng, Disnaker Propinsi Sumatera Utara dan Kementerian Tenaga Kerja di Jakarta, meninjai kembali izin operasional perusahaan tersebut.

PT Asahi terletak di jalan Gatot subroto (Pondok Batu Sarudik ) Tapanuli Tengah, sudah berdiri hampir 16 tahun dan bergerak di bidang tangkahan, ikan beku, fish meal atau produksi ikan busuk dan produksi Tuna Loin yang sudah menghasilkan ikan eksport sampai ke mancanegara seperti ke sejumlah negara negara Asia dan bahkan sampai ke jordan.

Adapun tenaga kerja yang bekerja di Asahi kira kira 470 orang terdiri dari : 1. Buruh Tetap sebanyak 70 orang
dengan rincian : General manager, Personalia, Humas, Kasir, Manager Produksi, Wakil manager produksi,
Manager QC, QA, SPV ( Mandor), Leader, QC, Bengkel, Operator Mesin Pabrik dan listrik, Supir dan satpam.

2. Buruh Harian Lepas (BHL) sebanyak  200 orang terdiri dari : Bagian Skining Rahang, Seredek, Tukang timbang
Loin, Tukang timbang sampah, paking  Cs produksi, Cs bagian luar produksi, Cuci talam, tukang potong, operator
masak, Qc, Leader Borongan, Bahan Baku, fish meal (ikan busuk ), cooling.

3. Buruh Borongan sebanyak 200 orang

Mengenai Jam kerja dibagi berdasarkan status pekerja yang terdiri dari: 1. Jam Kerja untuk Buruh Tetap di mulai
Masuk jam 8 pagi sampai jam 5 sore, upah yang diterima sesuai dengan UMK bahkan ada yang di atas UMK

Namun ditemuakan kejanggalan berkaitan dengan Buruh Harian Lepas (BHL), karena diduga upah tidak sesuai dengan peraturan perundang Undangan yang berlaku di Negara ini.

Padahal PT.ASAHI ini bergerak dalam Produksi eksport dengan rincian sbb: Jam kerja untuk buruh harian lepas
Terdiri dari : 1. Skining jam kerja dimulai jam 7 pagi sampai jam 16.30 dengan upah yang diterima untuk wanita sebesar Rp. 61.000 dan untuk pria sebesar Rp. 55.000/hari.

2. Untuk bagian rahang, seredek, cs, cuci  Talam sebesar Rp. 50.000/ hari
3. Tukang timbang loin,paking, bahan Baku sebesar Rp. 55.000/hari
4. Tukang potong, opertor masak, Qc, Leader borongan, cooling, fish meal, upah yang diterima sebesar Rp.  60.000/hari.
Untuk poin nomor 2 sampai 4 masuk jam 8 pagi sampai jam 17.30.

Jam kerja untuk buruh borongan dimulai dari jam 8 pagi sampai dengan 17.30 dengan upah diterima rata rata Rp. 80.000 bahkan ada yang menerima diatas 100.000/hari.

Jam kerja lembur : Buruh tetap menerima upah Rp.  7.000/ jam, Sedangkan Buruh Harian Lepas ( BHL ) menerima
Upah 6.000/ jam dari jam 16.30 s/d Jam 22.00, sementara uang makan lembur ditambah Rp. 5.000

Buruh borongan menerima upah Rp. 7.000 dari jam 17.30 sampai dengan habis produksi mau sampai jam 24.00.

Untuk buruh harian lepas diwajibkan masuk kerja setiap hari apabila tidak masuk (absen) dan tidak ada surat keterangan sakit dari dokter langsung diberikan sanksi berupa Surat Peringatan 1 s/d ke 3 selanjutnya diberikan surat PHK.

Peserta BPJS terdiri dari 1. Buruh tetap untuk 70 orang masuk  Sebagai peserta BPJSm namun buruh harian Lepas sebanyak 200 Orang tidak masuk dalam peserta BPJS.

Buruh borongan sebanyak 200 orang juga tidak masuk dalam peserta BPJS.

Sejumlah data dan informasi temuan ini yang diharapkan kepada Bupati dan Dinas Ketenagakerjaan menjadi masukan agar pihak PT Asahi dipanggil dan dimintai penjelasan, sehingga jika terbukti menyalahi aturan dapat dikenakan sanksi dan peninjauan kembali izin operasional perusahaan tersebut. (NM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: