Pabrik Gula

Putra Daerah Bangun Pabrik Pengolahan Gula Di Taput
-peran petani diuntungkan

Tarutung- PRESTASI REFORMASI.Com
Sebagai pengganti gula berbahan baku tebu ataupun jagung, belum lama ini telah berdiri satu unit pabrik di Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Bupati Taput Drs. Nikson Nababan, M.Si didampingi beberapa OPD telah berkenan meninjau pabrik yang diberi nama PT. Tapanuli Investasi Agro bersama pemilik perusahaan Jaigopal Hutapea di Jetun-Silangit, Siborong-borong Desember 2018 lalu.

Bupati bersama rombongan serta Panda Nababan yang turut hadir melihat langsung laboratorium dan pabrik industri pengolahan Gula Stefia tersebut serta meninjau lahan pengembangan budidaya tanaman Stefia.

Pada kesempatan tersebut, Bupati memerintahkan agar masing-masing OPD terkait segera menindaklanjuti dengan serius pengembangan pabrik tersebut.

Termasuk perijinan dan fasilitas lainnya dalam rangka pembinaan terhadap pengusaha seperti kemudahan dan penyediaan lokasi budidaya yang jelas.

“Kita sangat mendukung upaya ini terutama apabila mampu meningkatkan taraf hidup petani. Saya berharap pengusaha dapat bekerjasama dengan Pemerintah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani melalui gula stefia ini,” ucap Bupati

Jaigopal Hutapea yang juga putra daerah yang sudah lama merantau di Jakarta menjelaskan, kalau bahan baku pabrik pihaknya telah membudidayakan stefia lebih dari 40 Ha di lahan kebun bersama masyarakat berupa demplot yang berada pada beberapa lokasi di dalam bahkan di luar Taput.

Dikatakan Industri ini telah berproduksi serta sudah menghasilkan gula Stefia sebagai alternatif pengganti gula tebu dan jagung.

Dijelaskan juga bahwa warga petani yang membudidayakan tanaman ini akan sangat diuntungkan apabila turut bertanam tanaman stefia termasuk kebutuhan pasokan bahan singkong yang lebih menguntungkan para petani dengan harga yang sangat memadai.

Beberapa petani kebun yang ada di Tarutung, Sipoholon dan Onan Hasang yang ditanyakan mengenai pabrik gula di Siborongborong ini menjawab sama ketidak tahuan mereka.

“Kami belum mengetahui keberadaan pabrik itu, tetapi kalau untuk menambah kesejahteraan keluarga, kebutuhan pabrik akan kami kerjakan terlebih ada jaminan harga dan penampungan hasil tanaman stefia jelas,” kata Marga Hutauruk di Sipoholon dan Tobing di Parbubu Pea Tarutung baru-baru ini kepada PRESTASIREFORMASI.Com. (Jas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: