Truk Berhenti Seenaknya Di Ruas Jalan Poros, Tabrakan Tak Terhindarkan

Tebo, PRESTASIREFORMASI.Com – Belum lama ini, tepatnya di jalan poros unit III Rimbo Mulyo terjadi kecelakaan yang mengakibatkan jatuhnya korban 3 orang anak beranak, Rabu (26/12) sekitar sore hari pukul 17.30 Wib.

Dua anak bernama Intan dan Berliana luka ringan, sedangkan ibunya Hema Malini luka berat sehingga terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit H Hanafie Bungo setelah terlebih dahulu ketiganya dirawat di Puskesmas Rimbo Bujang Unit II.

Dari keterangan IS pemilik minibus, terjadinya kecelakaan diakibatkan oleh adanya truk jenis colt diesel dengan nopol BH 8554 WU dengan muatan sawit, parkir di jalan poros atau utama antara Rimbo Bujang dan Simpang Somel tepatnya di Unit III sebelum jalan 23 Rimbo Mulyo. Dilihat dari rambu-rambu lalu lintas, truk tersebut tidak lengkap, sehingga pengemudi yang ada di belakangnya tidak tahu kondisi mobil berhenti karena rusak atau sedang parkir. Akibatnya pengendera sepeda motor jenis honda beat warna biru dari Rimbo Bujang menuju simpang somel seketika berhenti mendadak dan ingin mendahului truck diesel dengan mengarah ke kanan yang bersamaan di belakangnya ternyata sudah ada yang mengikuti mobil minibus jenis suzuki karimun. Karena menghindarkan motor spm tersebut, tidak terelakkan juga sehingga menyerempet SPM tersebut, hingga penumpang motor beat sebanyak 3 orang tersungkur ke depan tepatnya di arah samping kiri mobil truck. Sedangkan mobil suzuki tersebut terlihat tidak bisa lagi mengelakkan sudut bak belakang mobil truk sebelah kanan kena serempet yang mengakibatkan bagian samping kiri mulai dari lampu kiri depan hingga pintu samping minibus hancur berkeping-keping.

“Begitu kejadian tersebut, supir truck langsung turun sambil melihat mobilnya ke belakang. Sedangkan korban pengendara Spm honda beat yang terpental sebanyak 3 orang terlihat tergeletak di samping mobil truck sebelah kiri,” terang IS usai membawa korban rujuk ke RSU H Hanafie Bungo, Rabu (26/12).

“Setelah saya parkirkan kenderaaan tepatnya di depan mobil truk, saya bersama teman saya keluar dari mobil langsung melihat korban dan mengajak sopir truk mengangkat dua korban ke halaman toko yang ada tepat di depan TKP karena kondisinya tergeletak, sedangkan yang seorang lagi masih bisa berjalan sambil menangis.

Setelah kedua korban diangkat ke halaman, saya minta tolong kepada warga untuk membantu membawa korban ke rumah sakit, dan terlihat tidak ada yang mau, akhirnya saya berinisiatif membawa ketiga korban ke puskesmas walaupun kondisi mobil saya sudah rusak.

Sedangkan sopir truk terlihat menghidupkan mobil sambil membawa mobil truknya kabur dari TKP. Begitu truk jalan, kemudian saya tancap gas mobil membawa korban dari halaman toko langsung menuju Puskesmas Rimbo Bujang,” terangnya lagi.

Sedangkan temannya HR ikut berada di mobil untuk memegang pintu mobil yang tidak bisa tertutup.

“Saya langsung ikut ke mobil karena pintu sebelah kiri minibus tidak bisa ditutup, jadi saya terpaksa ikut sambil memegang pintu mobil dan korban yang seorang terduduk diam di depan sedangkan ibunya terbaring didampingi anaknya yang menangis karena trauma usai kejadian,” terangnya.

Sedangkan salah seorang warga yang dimintai tanggapannya saat kejadian oleh media sambil ambil gambar mengatakan bahwa truk memang berhenti, tapi tidak jelas ngapain bahkan lampu sen atau lainnya terlihat tidak menyala,” katanya minta tidak disebutkan namanya.

IS ketika ditemui media ini Minggu, (30/12) di RSU saat jenguk korban menyesalkan tindakan sopir truk yang tidak ada perhatian untuk jenguk korban, baik yang di Rimbo Bujang, maupun di Bungo.

“Seandainya Sopir truk itu datang lihat korban yang dirawat di Puskesmas Rimbo sekali saja, saya sudah senang, tidak usah datang ke Bungo. Tapi karena saya lihat dia mau lepas tangan, maka saya akan naikkan kasus ini, dan saya mohon pihak terkait supaya mengusut keberadaan mobil dan sopir truk tersebut,” pungkasnya. Kalau dia tidak bersalah kenapa langsung kabur bawa mobil hilangkan jejak saat polisi ke TKP?

Firdaus suami Hema Malini saat dimintai keterangannya terkejut dengan kejadian yang menimoa keluarganya. Sehatusnya istrinya maue berangkat ke Lampung, namun ternyata malah kecelakaan.

“Saya terkejut dan gak bisa ngomong lagi, awalnya saya marah tapi karena sudah kejadian dan saudara IS saya lihat tanggung jawab ya kami hanya minta diobati dan semoga cepat sembuh,” pintanya.

Sedangkan pihak Lantas Tebo yang ditempatkan di Unit Rimbo Bujang kepada media ini saat di Puskesmas mengatakan pihaknya mengatakan lebih mementingkan keselamatan korban, sehingga kami tidak langsung ke KTP karena korban kami lihat menuju Puskesmas dan kami lihat saudara IS ada tanggung jawab hingga membawa korban ke Puskesmas. Untuk proses selanjutnya nantilah setelah BAP untuk kita selidiki apakah sopir truk bersalah atau tidak,” pungkasnya. (hen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *