Puluhan Pekerja di Papua Dibunuh, TNI dan Polisi Dikerahkan serta Pembangunan Jembatan Ditunda

Papua, PRESTASI REFORMASI.Com — Pembunuhan massal kembali terjadi lagi di Papua. Seperti dikutip kabartoday.co.id, Informasi ini diterima pada hari Senin tanggal 03 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 Wit melalui Radio SSB dari seorang Pendeta Wilhelmus Kogoya (Tokoh gereja distrik Yigi).

Kebenaran informaai tersebut dicek langsung dan dinyatakan benar adanya, bahwa telah terjadi pembunuhan di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yall Kabupaten Nduga sebanyak 24 orang yang diketahui sebagai tukang.

Pembunuhan terhadap 24 orang tersebut dilakukan oleh kelompk GSPB.

Menurut pengakuan Pendeta Wilhelmus Kogoya bahwa pembunuhan Masal terhadap 24 orang itu terjadi pada hari Minggu 2 Desember 2018 di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kab.Nduga.

Dikatakannya, para korban merupakan pekerja jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kabuapten Nduga.

Menurut informasinya bahwa 2 (dua) tukang melarikan diri dan selamat, sementara mereka sudah sampai di Distrik Mbua. Sementara, 8 (delapan) orang tukang bangunan yang berada di Distrik Yal diselamatkan oleh keluarga Alimi Gwijangge (Wakil ketua I DPRD Nduga) dan di bawa lari ke Distrik Koroptak dalam keadaan selamat.

Sebelum kejadian pembunuhan Massal ini, pada hari Sabtu 01 Desember 2018, kelompok GSPB merayakan Upacara HUT OPM di Distrik Yigi, dan di duga dari salah satu korban pembunuhan tersebut ada yang melihat dan mengambil Foto Upacara HUT OPM, sehingga hal tersebut membuat kelompok GSPB marah dan membantainya.

Bahkan hingga saat ini Kelompok GSPB masih di lokasi pembunuhan dan menjaga para korban-korban pembunuhan tersebut.

Hasil informasi,  para korban pembunuhan massal tersebut merupakan para pekerja dari PT. Istaka (BUMN) yang beralamat di Jakarta dan beralamat di Wamena.

Sementara, diketahui bahwa daerah TKP adalah blank area (tidak ada jaringan) sehingga menyulitkan untuk koordinasi.

Tepat Pukul 15.30 Wit, anggota Polres Jayawijaya yang dipimpin oleh AKP Tahapari (Kabagops Polres Jayawijaya) menuju TKP (Distrik Yall).

Adapun nama-nama Karyawan PT. ISTAKA yang ada di Distrik Yall Kabupaten Nduga yaitu; Jhony Arung, Anugrah, Alrpianus, Muh Agus, Aguatinus T, Martinus Sampe, Dirlo, Matiu, Emanuel, Calling, Dani, Tariki, Markus Allo, Aris Usi, Muh. Faiz, Yusran, Ayub, Yosafat, M.Ali Akbar, Petrus Ramli, Hardi Ali, Efrandi Hutagaol, Rikki Simanjuntak, dan Marg Mare.

Sampai berita ini diturunkan, Pihak PT. ISTAKA yang berada di Wamena Kabupaten Jayawijaya saat ini belum mendapatkan informasi akurat terkait dengan Karyawannya yang ada di Distrik Yall, hal itu dikatakannya karena Komunikasi via HP Satelit saat ini tidak bisa.

Aparat TNI dan Kepolisian Dikerahkan

Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beserta rombongan menyusuri jalan Trans Papua yang menghubungkan kabupaten/kota di Provinsi Papua dan Papua Barat, Rabu (10/4/2017).

Aparat TNI dan kepolisian sedang menuju sebuah lokasi di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, untuk memastikan informasi yang menyebut adanya pembunuhan terhadap sejumlah pekerja ‘pendatang’.

“Kita sekarang berusaha mendekati lokasi, tetapi laporan yang kami terima menyebutkan ada yang menyebutkan ada 24 hingga 31 pekerja pendatang yang tewas dibunuh oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB),” ungkap juru bicara Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Infanteri Muhammad Aidi, kepada Heyder Affan dari BBC News Indonesia, Selasa (04/12) pagi.

KKB merupakan istilah yang digunakan aparat Kepolisian Indonesia dan TNI, untuk menyebut kelompok bersenjata yang sebagian di antaranya menuntut pemisahan diri dari Indonesia.

Sementara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, terkait kejadian itu pemerintah menghentikan untuk sementara pembangunan jembatan di lokasi itu.

“Di ruas ini, kita hentikan sementara, semua pembangunan jembatan, menunggu laporan yang lebih pasti tentang keamanan,” kata Basuki dalam jumpa pers di Jakarta Selasa (4/12).

Sejauh ini belum ada kelompok atau pihak yang mengaku bertanggungjawab atas serangan ini.

Sejumlah laporan sebelumnya menyebutkan puluhan orang pekerja dari perusahaan milik BUMN PT Istaka Karya, dibunuh oleh sekelompok orang bersenjata.

Disebutkan, para korban sedang mengerjakan sebuah proyek untuk membuka wilayah pegunungan tengah yang terisolasi di Provinsi Papua.

Semenjak Joko Widodo menjadi Presiden, salah-satu kebijakan yang paling ditonjolkan adalah pembangunan infrastruktur di Papua, walaupun ada penolakan dari sebagian warga Papua yang tetap menuntut pemisahan diri dari Indonesia.

Disebutkan, para pekerja itu melakukan pemotretan saat sekelompok orang itu mengikuti sebuah acara pada 1 Desember lalu.

“Dari informasi yang kami terima, para pekerja itu memotret kegiatan mereka, dan orang-orang itu tidak dapat menerima. Dan, menurut informasi itu, para pekerja itu dibunuh,” kata Kepala Penerangan Daerah Militer XVII Cenderawasih, Kolonel Infanteri Muhammad Aidi. (h/kabartoday/bbcind)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: