Terkait Upaya Damai, Keluarga Korban Geram Karena Lisna Sari Berbohong

Bungo, PRESTASIREFORMASI.Com – Sidang perkara Lakalantas oleh Lisna Sari terhadap korban Rahma Sapna Rahayu warga Perumahan BTN Siginjai Sari Dusun Sungai Mengkuang, Kacamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo digelar di Pengadilan Negeri Muara Bungo Selasa (27/11).

Sidang tersebut langsung dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Muara Bungo Flowerry Yulidas,SH dan didampingi oleh 2 anggota hakim pengadilan negeri Muara Bungo,dan dihadiri oleh saksi dan 2 orang Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Untuk diketahui Lisna Sari ini seorang ASN di Dinas Disperindag Kabupaten Bungo dan juga ia merupakan memegang jabatan Kepala Seksi ( Kasi) di bidang perindustrian pada Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Kabupaten Bungo.

Kejadian ini berawal dari bulan Februari tahun 2018 lalu, dimana Lisna Sari pada sore hari menabrak salah satu anak di bawah umur di SPBU Pal 3 yang bernama Rahma Sapna Rahayu hingga cacat. Lisna Sari hanya mengantarkan korban ke rumah sakit dan dia tidak mau menjenguk korban sekalipun.

Proses jalannya sidang tersebut berjalan dengan aman, saat diwawancarai paman korban yang bernama Supriyono mengatakan kepada sejumlah awak media yang terus memantau proses persidangan keponakannya dan juga kepada pihak kepolisian.

“Terima kasih kepada teman-teman media yang sudah terus memantau kasus Lisna Sari terhadap keponakan saya yang bernama Rahma Sapna Rahayu, dari sidang penjelasan saksi tadi, kami dari pihak korban sangat berapresiasi kepada kepolisian,” kata Supriyono, Selasa (27/11) di lokasi Pengadilan Negeri Bungo.

Dilanjutkannya bahwa ada satu hal yang perlu digaris bawahi yaitu bahwa secara aturan motor yang sebagai prioritas, karena motor ini posisi dalam jalan lurus. Sementara mobil yang dikemudikam oleh Lisna Sari ini dalam posisi keadaan melintang. Hanya saja kalau kita kaitkan dengan anak dibawah umur tentunya belum mempunyai SIM ( Surat Izin Mengemudi), jangan mempunyai SIM, mengurus SIM saja belum diperbolehkan.

Selanjutnya ia mengatakan tanggapan dari kepolisian bahwa kalau kasus tidak punya SIM hanya kena tilang, ini kasus Lakalantas tidak ada hubungannya kesitu.

“Tadi ada tanggapan dari terdakwa berulang kali pihak terdakwa mengajak damai  itu semuanya bohong,” ujar Supriyono.

“Yang mengajak damai itu bukannya terdakwa atau keluarganya tetapi dia utuskan orang lain untuk mengajak damai yang dianggap lebih kuat. Seolah-olah mau membuat ksmi takut atau down. Jadi kami sebagai keluarga korban tidak bisa menerima, saya ingin betul – betul damai bahwa kalau terdakwa sendiri yang datang untuk meminta damai,” tutur Supriyono.
“Kalau dia mengirimkam utusan meminta damai kepada kami, kami seolah-seolah dilecehkan ini yang jadi masalah yang sebenarnya. Seharusnya itu di awal-awal diajak damai, bayangkan dari tanggal 27 Februari 2018 sampai sekarang tidak ada indikasi baik. Tadi sudah dikatakan oleh terdakwa bahwa dia sekarang sudah ingin berdamai tapi kami tolak itu benar-benar bohong,” tambah Supriyono.

“Kalau sekarang mau mengajak damai, rasa saya tidak mungkin lagi dikarenakan sudah terlambat, karena proses sidangnya sudah berjalan,” tutup Supriyono

Di tempat terpisah Rizal Firmansyah, SH, MH selaku juru bicara PN Muara Bungo mengatakan hari ini agenda kita pemanggilan saksi atas perkara dari Lisna Sari.

“Kita panggil saksi seorang perwira bernama Ipda Adhi sebagai Kanit Laka Lantas Polres Bungo,” terang Rizal.

Saksi yang dikatakan oleh penuntut umum tadi ialah saksi yang membawa berkas yang hanya menggambarkan sket TKP, itu memang biasa setiap perkara laka lantas ada sket TKP, sambungnya lagi saksi polisi tadi untuk memberikan sebatas tentang pembuatan sket itu, sehingga mengetahui bagaimana posisi kendaraan baikpun itu mobil maupun motor. Dari keterangan saksi tadi terbukti bersalah atau tidaknya Rizal mengatakan itu kan masih tahap pemeriksaan alat bahan bukti itu belum sampai ke tuntutan, dan belum juga musyawarah majelis untuk mengetahui apakah terbukti bersalah atau tidaknya tunggu keputusan vonis nanti,” papar  Rizal.

Ditambahkannya lagi dalam kasus Lakalantas yang dialami oleh lisna sari ini kami sudah memanggil 2 orang saksi pada Minggu kemarin, yang mana satu saksi itu pengendara motor dan satu lagi adalah petugas SPBU Pal 3,” tutup Rizal Firmansyah. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *