Konsumsi Narkoba 3 Pegawai Pemkab Taput Ditangkap Polisi

Tarutung, PRESTASIREFORMASI.Com– Tiga orang Pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) Sumut ditangkap Sat Res Narkoba Polres baru-baru ini karerna penyalah gunaan Narkoba dan satu diantaranya masih berstatus honorer.

ASN yang diamankan itu adalah Drg.Johan Parluhutan Hutabarat SKG (37) yang bertugas sebagai Kepala UPT Puskesmas Butar, alamat jalan Binjei Km 10,5 no 83 RT 017/RW 009 Desa Paya Geli Kecamatasn Sunggal Kab Deli Serdang Sumut.

Kemudian Charles Simanjuntak alias Pak Yos (42), ASN di Puskesmas Sipahutar alamat jalan Anggur no 12 Perumnas Silangkitang Kecamatan Sipoholon Taput. Dan Andreas Lumbantobing (29) pegawai honorer di Dinas Kesehatan Pemkab Taput, alamatnya jalan Pelita I Gg Natio no 11 A Kelurahan Sidorame Barat II Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan.

Informasi diperoleh PRESTASIREFORMASI.Com menyebutkan, penngkapan ketiga tersangka dilakukan di jalan Dr TB Simatupang, persis di perumahan Tolong Kita Ilham Sentosa II Kelurahan Huta Toruan VII Kecamatan Tarutung Taput.

Dikatakan penangkapan dilakukan setelah menerima laporan warga kalau di salah satu rumah itu ada orang yang mengkonsumsi Narkoba, dengan gerak cepat Tim Opsmal Sat Res Narkoba Polres Taput lakukan pemantauan dan sekitar pukul 15.00 WIB oleh pimpinan KBO Narkoba Polres Taput lakukan penggrebekan dan ternyata dalam rumah ditemui 3 orang laki-laki sedang asyik konsumsi Narkoba jenis sabu dan nereka diamankan.

Kapolres Taput AKBP Horas M Silaen MPsi melalui Kasubbag Humas Aiptu Sutomo MS kepada wartawan mengakui adanya kejadian itu, dan ketiga  pelaku sudah ditangkap dan dijadikan tersangka tentang penyalah gunaan barang haram itu.

” kami telah mengamankan ketiga tersangka berikut barang bukti dan membawa mereka ke Sat Res Narkoba Polres Taput guna dilakukan proses hukum lebih lanjut,” ujar Aiptu Sutomo MS.

Setelah mengetahui adanya peristiwa itu beberapa kalangan masyarakat berharap agar Pemkab Taput lakukn tes narkoba untuk seluruh ASN dan Honorer di daerah ini,” karena mustahil dapat bekerja prima untuk memberi pelayanan yang baik kepada masyarakat kalau pegawai disini konsumsi narkoba,” kata Nababan, Simorangkir dan Hutabarat baru-baru ini.(Jas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: