Kanwil DJB Sumut Musnahkan Barang Ilegal

Belawan, PRESTASI REFORMASI.Com — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Sumut melakukan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) senilai Rp 652 juta. Barang tersebut hasil penindakan Kepabeanan dan Cukai di Bandara Kuala Namu, ex penumpang kapal feri Teluk Nibung, hasil operasi Barang Kena Cukai (BKC) ilegal di wilayah Sumut, serta hasil penindakan aparat penegak hukum yang telah diserahkan ke DJBC.

Dalam proses pemusnahan tersebut Kanwil DJBC Sumut bekerjasama dengan KPPBC TMP B Kuala Namu, Kuala Tanjung, dan KPPBC TMP C Teluk Nibung. Pemusnahan dipimpin Kakanwil DJBC Sumut Oza Olivia di Lapan gan Pos Pengawasan Demaga Kanwil DJBC Sumut di Belawan, Selasa petang (30/10).

Kakanwil DJBC Sumut Oza Olivia dalam paparannya mengatakan, pemusnahan barang tersebut telah mendapatkan persetujuan pemusnahan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang.

Barang yang dimusnahkan, urai Oza, berupa 31 ball dan 187 karung pakaian bekas, 74 karton dan 100 pasang sepatu dan alas kaki bekas, 443.798 batang rokok, 96 botol minuman mengandung etil alkohol, 4 unit kapal motor , 2.188 bungkus makanan, 116 bungkus obat-obatan, 553 pcs kosmetik, 17 pcs sparepart dan 52 pcs barang elektronik (perkiraan nilai barang sekitar 652 juta rupiah) dengan potensi kerugian negara sekitar Rp 114 juta dari cukai, bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

Barang hasil penindakan kepabeanan dan cukai yang dinyatakan sebagai barang milik negara, karena terkait dengan pelanggaran kepabeanan dan cukai yang telah dinyatakan sebagai barang menjadi milik negara karena terkait dengan pelanggaran kepabeanan dan cukai antara lain, makanan, obat-obatan dan kosmetik importasinya tidak disertai izin dari BPOM dan kementerian kesehatan.

Sedangkan sparepart dan alat elektronik infortasinya tidak disertai izin dari Kementerian perdagangan dan industri dan barang kena cukai (BKC) ilegal berupa rokok dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) karena diedarkan tanpa pita cukai dan pita cukai palsu.

“Peredaran BKC ilegal disamping merugikan keuangan negara juga menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan bagi masyarakat karena tak terawasi dan tak terkendalinya kualitas produk,” ujar Oza.

Terhadap ballpress serta sepatu dan alas kaki bekas termasuk barang yang dilarang untuk diimpor, karena dari sisi ekonomi, impor pakaian bekas akan sangat mendistorsi pasar domestik produk tekstil dalam negeri, sehingga industri kecil dan menenggah tekstil dan produk tekstil kalah bersaing hingga berakibat tutupnya industri tersebut dan dari sisi kesehatan, pakain bekas akan menyebabkan penyakit menular karena tak terjamin higienisnya sambung Oza.

Pemusnahan rokok, ballpres serta sepatu dan alas kaki bekas dilakukan dengan cara dibakar, sedangkan MMEA dengan cara dituangkan ke dalam tong, makanan, obat-obatan serta kosmetik dengan cara ditimbun, sparepart, barang elektronik dipotong-potong agar tidak dapat digunakan lagi.

Propinsi Sumut termasuk salah satu wilayah yang rawan penyelundupan ballpres terutama di pesisir timur serta termasuk wilayah rawan peredaran BKC ilegal, sehingga Kanwil DJBC dan KPPBC di Wilayah Sumut bersinergi dengan aparat penegak hukum seperti TNI, kepolisian , kejaksaan dan pengadilan berkomitmen untuk penertiban terhadap infortasi ilegal dan peredaran BKC ilegal di Wilayah Sumut, tegas Oza Olivia. (masri tanjung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: