Ibnu Hajar : Usai Studi Banding 1 Orang ASN ke Dukcapil Lebak Provinsi Banten, Kabupaten Bungo Bisa Terapkan Pendataan dengan SAD

Bungo, PRESTASIREFORMASI.Com – Dalam rangka mencari strategi yang baik untuk menertibkan aksi berpindah pindah suku anak dalam (SAD) di kabupaten Bungo, maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bungo kirim satu orang staf ASN ke kabupaten Lebak provinsi Banten untuk berkonsultasi tentang trik trik atau langkah-langkah yang diambil oleh Dukcapil Lebak Banten dalam pembinaan atau dalam perlaksanaan aktif administrasi kepada penduduk di kabupaten Lebak yang memiliki Suku Terasing/Baduy atau penduduk yang rentan di dalam daerah Lebak tersebut.

“Insyaallah dari hasil itu nanti akan kita terapkan disini khusus untuk suku anak dalam (SAD),” kata Ibnu Hajar Kadis Dukcapil Bungo.

Sebagai langkah awal mungkin kita akan buat semacam profil dimana data-data tersebut nantinya semoga bermanfaat sekali khususnya bagi teman-teman yang lain di provinsi Jambi yang ada penduduk SAD. Lembaga Sosial yang bergerak di bidang ini diharapkan dapat mengetahui perkembangan daripada kelompok SAD ini. Ini salah satu pemanfaatan datanya disamping itu kita sendiri juga mencoba untuk pendekatan bagaimana langkah-langkah itu dapat membantu kita di dalam mendata ulang, berapa banyak sebenarnya suku anak dalam di kabupaten Bungo ini, dan metode ini direncanakan berhasil pada tahun 2019 nanti,” tutup Kadis.

Terpisah perwakilan Disdukcapil Kabupaten Bungo Provinsi Jambi Saut Hutabarat SH selaku Kasi Dafduk yang belum lama ini kembali dari studi banding dari Disdukcapil Kabupaten Lebak provinsi Banten mengatakan bahwa maksud kedatangan perwakilan Disdukcapil Kabupaten Bungo bertujuan melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Lebak untuk melihat secara real tentang pelayanan serta pemutakhiran data kependudukan di wilayah suku Baduy.

Sejauh ini Suku Anak Dalam dari Kabupaten Bungo Provinsi Jambi belum dapat dilakukan pendataan secara permanen lantaran keberadaan suku anak dalam kerap berpindah-pindah tempat atau biasa di sebut Nomaden.

Hal tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil untuk belajar dan melihat bagai mana cara penerapan Disdukcapil Kabupaten Lebak melakukan pendataan pada wilayah suku pedalaman Baduy sebagai penduduk rentan.

Dikatakan Saut Hutabarat keberhasilan Disdukcapil Lebak dalam melakukan pendataan kependudukan tidak terlepas dari peran serta masyarakat yang koperaktif dan sadar akan kewajibannya sebagai warga Negara Indonesia, hingga akhirnya Lebak dapat meraih penghargaan khusus dari Kemendagri atas dukungan dan komitmen dlam pemenuhan identitas kependudukan masyarakat Baduy dan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang disebut masyarakat rentan disana.

“Dengan cara sambutan dan pemberian berbagai metode yang disampaikan secara langsung turun ke rumah penduduk, semoga nanti dapat kita terapkan di kabupaten Bungo,” tutup Saut Hutabarat. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *