Khaidir Sinaga, AP Kabid Kedaruratan Dan Logistik BPBD Kab. Asahan

Asahan, PRESTASI REFORMASI.Com —  Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Asahan, melalui Kabid Kedaruratan Dan Logistik, Khaidir Sinaga,AP melaporkan kejaian genangan luapan air/banjir di kecamatan setia janji, Minggu 21 Oktober 2018 sekitar pukul 08.00 Wib. di 2 desa di 6 dusun berdampak menggenangi sekitar 128 KK/RT ( 372 jiwa ).

Wilayah Lokasi banjir tersebut yakni, Desa Sei Silau Tua Kec. Setia Janji sebanyak 4 Dusun ( dusun I, II, III, IV ), dengan jumlah rumah tangga terdampak tergenang air sebanyak 80 KK/RT ( 236 jiwa ) Desa Bangun Sari Kec. Setia Janji sebanyak 2 Dusun ( Dusun VII, VIII ), dengan jumlah rumah tangga terdampak tergenang air sebanyak 48 KK/RT ( 136jiwa ).

Tingginya curah hujan belakangan ini baik di hulu ( Kab. Simalungun, Kab. Toba Samosir, Kota Siantar ) dan wilayah Kab. Asahan, serta turunnya hujan dengan intesitas tinggi pada tanggal 20 Oktober 2018 dari pukul 18.15 – 01.30 wib esok hari, berdampak naiknya debit air sungai di bagian hulu wilayah Kab. Asahan ( Sungai Silo Tua dan Sungai Silo ) secara cepat dan signifikan.

Kondisi ini mengakibatkan terdampak luapan air sungai sekitar pada pukul 22.00 wib di Desa Sei Silau Tua, diikuti tergenangnya Desa Bangun Sari pada pukul 02.00wib. Kondisi umum ini menggenangi rumah penduduk yang berlokasi rendah dan dekat dengan aliran luapan sungai.

Kondisi ketinggian air mecapai 155 cm-dpt dan 60 cm di dalam rumah yang berangsur surut menuju daerah yang lebih rendah/hilir hingga pukul 05.30wib meliputi:
1. Desa Sei Silau Tua ketinggian air sekitar 50-155 cm-dpt dan 20-50 cm di dalam rumah.
2. Desa Bangun Sari ketinggian air sekitar 20-100 cm-dpt dan 10-60 cm di dalam rumah.

Hingga pukul 05.00 wib kondisi air di Desa Sei Silau Tua sudah surut secara total, sedang kondisi air di Desa Bangun Sari hingga pukul 08.00 wib terpantau mengalami penyusutan secara perlahan. Hingga kini air masih tergenang di wilayah Desa Bangun Sari dengan ketinggian 10-25 cm-dpt

Upaya yang telah dilakukan BPBD Kab. Asahan yaitu menerjunkan Satgas PB ke lokasi kejadian bersama-sama perangkat pemerintah setempat dan warga dalam proses penilaian, penanganan, dan evakuasi warga yang terdampak ke titik lokasi yang aman, terutama bagi bagi Lansia dan Balita sembari mempersiapkan posko siaga lapangan yang disertai tenaga kesehatan guna mengantisipasi hidrasi pada warga, ” ungkap Khaidir kepada wartawan PRi. ( Bagus/Tohir )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: