Bupati Tutup Festival Baselang Tauh

Bungo, PRESTASIREFORMASI.Com – Bupati Bungo H Mashuri menutup secara resmi Festival Beselang Tauh II Tahun 2018 yang sudah digelar selama seminggu lalu hingga malam ini, Kamis (18/10/2018).

Tampak hadir pada acara ini selain Bupati Bungo juga ada Wakil Bupati Bungo, Sekda kabupaten Bungo, Forkopimda kabupaten Bungo, Ketua TP PKK Bungo, Ketua GOW Bungo, Ketua DWP Bungo, kepala OPD di lingkup Pemkab Bungo, para Seniman dan Budayawan Kabupaten Bungo peserta festival Baselang Tauh dan waega masyarakat Bungo yang begitu antusias nenonton acara tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Bungo dalam sambutannya Masril mengatakan bahwa acara ini berlangsung selama seminggu yang dimulai dari tanggal 13 Oktober 2018 sampai dengan malam ini tanggal 16 Oktober 2018.

“Kegiatan Baselang Tauh ini dilaksanakan selama seminggu, yang dimulaoi dari tanggal 13 sampai 18 Oktober 2018,” kata Masril.

 

Cabang lomba yang diperlombakan di acara Beselang Tauh ini diantaranya, Lomba Qasidah 13 peserta hinggal 6 grup, Bujang Gadis jumlah peserta awal 99 orang hingga saat final menyisakan peserta 15 peserta dan terakhir Lomba Lagu daerah tingkat SMP, SMA dan Umum,” tambahnya.

 


Adapun pelaksanaan festival ini dapat terlaksana dengan anggaran APBD Dinas pendidikan Bungo tahun 2018.

Saya berharap kegiatan ini dapat dijadikan rasa cinta kita terhadap seni dan budaya daerah khususnya daerah Kabupaten Bungo. Kemudian agar prestasi yang diraih dapat ditingkatkan maka kepada yang belum mendapatkan prestasi jangan berkecil hati, karena nasih ada waktu di hari depan untuk sukses,” tutup Masril.

Sedangkan Bupati Bungo dalam pidato penutupan menyampaikan rasa syukurnya atas kekayaan kabupaten Bungo tentang seni dan budaya daerah.

“Kita patut bersyukur karena kabupaten Bungo kaya dengan seni dan budaya daerah lokal,” kata Mashuri.

Banyak sekali seni dan budaya lokal warisan leluhur kita asli milik masyarakat Bungo dengan nilai seni yang tinggi dan yang telah terkenal budayanya sejak zaman dahulu dan sudah dikenal hingga ke tingkat nasional,” tambahnya.

Oleh karena itu seni dan budaya ini tidak ternilai harganya dan perlu kita lestarikan dan diperkenalkan dengan generasi muda kita. Dengan disekenggarakannya festival Berselang Tauh II ini, sangat memiliki arti penting sebagai salah satu upaya kita dalam melestarikan, mengembangkan, dan memperkenalkan berbagai seni budaya yang ada di kabupaten Bungo,” paparnya.

Dengan penyelenggaraan Baselang ini merupakan salah satu media bagi para seniman dan anak-anak muda kita untuk menampilkan kreatifitasnya, kebolehannya, dan kegiatan ini dapat dijadikan sebagai salah satu sarana untuk mempromosikan wisata budaya yang ada di Kabupaten Bungo. Berbagai pertunjukan Baselang Tauh yang telah ditampilkan, selain melestarikan dan mengangkat kebudayaan kearifan lokal juga membangun kreatifitas, mengembangkan bakat seni, serta sekaligus dapat dijadikan penangkal budaya-budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa kita. Oleh karena itu mari bersama -sama kita menjaga agar kebudayaan lokal dapat terjaga dan menjadi alat nomor satu bangsa. Kita lalukan apo kato pepatah adat itu membangkit batang yang terendam,” lanjut Bupati.

Bupati berharap kepada generasi-generasi muda, dan seluruh kepada penggiat seni mari kita bersama-sama bertekad untuk terus berusaha, berjuang, memperkaya seni budaya terkhusus budaya daerah Kabupaten Bungo dalam mendukung pengembangan wisata dan budaya daerah.

Dan sebagai penutup Bupati menyampaikan selamat kepada seluruh peserta dan tetap semangat kepada yang belum mendapatkan juara.

“Selamat kepada para pemenang dan tetap semangat dan jangan patah semangat kepada yang belum nendapatkan juara,” tutup Bupati. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *