Sudah 6 kecamatan di Aceh Singkil Terendam Banjir

Aceh Singkil, PRESTASI REFORMASI.Com -– Hujan yang terus mengguyur Aceh Singkil kurang dari sepekan terakhir dilaporkan telah merendam 6 Kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil, namun tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.

Pusdalops BPBD Kabupaten Aceh Singkil Rosiana Kusuma Wardani kepada wartawan Jum’at (12/10) di Singkil mengatakan, kondisi banjir di Aceh Singkil terjadi sejak Kamis (11/10) akibat tingginya intensitas hujan sepekan terakhir, meluapnya Sungai Singkil hingga merendam sebahagian ruas jalan nasional dan pemukiman masyarakat.

Berdasarkan data dari tim BPBD, ungkap Rosi, Enam Kecamatan yang di genangi banjir, yakni Kecamatan Suro, Singkohor, Kota Baharu, Simpang Kanan, Gunung Meriah, dan Singkil Utara.

Rosiana menuturkan, dampak bencana banjir telah merendam jalan penghubung antar Desa Rimo menuju Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung meriah, terendamnya ratusan rumah penduduk dan terendam dan fasilitas umum.

Dikatakan, Korban terdampak banjir Kecamatan Suro, Simpang Kanan, Singkohor, Kota Baharu dan Singkil Utara masih dalam proses pendataan.

Sedangkan Kecamatan Gunung meriah data yang berhasil dihimpun untuk Desa Rimo 117 KK 510 jiwa, Desa Penjahitan 42 KK 195 jiwa, Desa Cingkam 84 KK 305 jiwa, Desa Sianjo-Anjo 81 KK 344 jiwa dan Desa Tanah merah 30 KK 129 jiwa.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir ini, pengungsi besar besaran juga nihil kecuali eksodus ke rumah sanak saudara sebagian,”ujarnya.

Sementara upaya yang dilakukan BPBD Kabupaten Aceh Singkil terus melakukan pemantauan dan koordinasi, serta membuat laporan, dan mengerahkan tim membawa perahu karet guna untuk membantu penyeberangan masyarakat di kawasan terparah.

Saat ini, kata Rosi kondisi mutakhir. Kecamatan Suro saat ini aman terkendali Singkohor masih banjir dan longsor, Kota baharu masih banjir, Simpang kanan masih banjir, Gunung meriah masih banjir dan Singkil Utara masih banjir. (db)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: