POLISI GADUNGAN DITANGKAP SAAT MENAKUT NAKUTI KEPALA DESA

Labusel, PRESTASI REFORMASI.Com — Empat pria yang diduga polisi gabungan ditangkap Polsek Kampung Rakyat-Polres Labuhanbatu, Sumut, karena mengaku ngaku polisi dan menakut-nakuti kepala desa.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang ketika dikonfirmasi melalui Kabag Ops, Kompol Janner Panjaitan membenarkan penangkapan ini.”Keempatnya yakni NY, JES (36), MYGS (53), dan MIG (42). Mereka asal dari Kabupaten Langkat dan Medan,” beber Jenner.Saat ini keempat orang tersebut telah diamankan di Polsek Kampung Rakyat berikut 1 Unit mobil Avanza warna hitam type E bernomor Polisi BK 1851 RK.5/10-2018.

Mereka ditangkap setelah menakut-nakuti kepala desa dengan surat penyidikan dugaan penyalahgunaan dana desa sekecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).

“Ya, empat pria ini kita sergap di kantor Kepala desa Perkebunaan Perlabian,” Kata Kapolsek Kampung Rakyat, AKP Hitler Sihombing.

AKP Hitler mengatakan, penangkapan keempat pria tersebut berdasarkan informasi yang diterima dari pemerintah kecamatan kampung Rakyat.

Dalam informasi disebutkan, ada empat orang yang mengaku sebagai polisi, katanya ingin mengantar surat penyelidikan dugaan penyelewengan dana desa kepada Kades se-Kecamatan Kampung Rakyat.

“Mengetahui informasi hal tersebut saya langsung perintahkan Tim Unit Reskrim Polsek Kampung Rakyat yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Ramses Panjaitan untuk menyeting serta menyusun strategi agar keempat pelaku datang ke kantor desa untuk dilakukan penangkapan,” katanya.

Setelah berkordinasi dengan kepala desa, kemudian kepala desa menyuruh para pelaku ini datang ke kantornya. “Setelah datang di kantor Desa Perkebunan Perlabian tersebut, di situlah kemudian kita melakukan penyergapan terhadap tersangka, ” ungkap Kapolsek.

Sementara Kepala Desa Perkebunan Perlabian, Sartono; Kepala Desa Perlabian, Irhamsyah Lubis; dan Kepala Desa Pekan Tolan, H Replin, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut.

Dari keempat pria tersebut, polisi menyita barang bukti 1 unit mobil Toyota Avanza warna Hitam Nopol BK 1851 RK; 1 pucuk senjata api mainan jenis revolver berikut sarung senjata,serta 7 lembar SPT dari kepolisian yang diduga palsu.

Kemudian, 2 set proposal permohonan bantuan dana dari Kabid Humas yang ditujukan kepada Kadis PU dan Diknas Labusel; 5 unit HP, 2 unit flashdisk, 1 buah stempel dengan tulisan kepala kepolisian berikut bantalannya, 1 buku agenda kerja, 1 buku block notes, 1 buah kalung dengan logo Reskrim, 4 Lembar uang pecahan Rp 100 ribu.

Selanjutnya, 1 Lembar KTA Polri dengan No. KTAP/481/II/2015 yang diduga palsu dan KTP masing masing pelaku. “Keempat pria ini telah kita amankan di Mapolsek Kampung Rakyat berserta barang bukti guna proses penyidikan lebih lanjut,” tandas Kapolsek. (Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: