Jerit Tangis Siswa SMKN1 Siatasbarita Taput Saksikan sepatu dibakar Kepsek

Taput, PRESTASI REFORMASI.Com – Beginilah akibatnya apabila seorang pendidik terlebih kepala sekolah ( Kepsek ) yang berkarakter arogan, seperti Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1( SMKN 1 ) Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Sumatera Utara (Sumut) Lysbet Megawaty Simamora (LMS) yang dengan hati dingin membakar puluhan sepatu anak-anak sekolah dengan alasan tidak mentaati tata tertib sekolah.

Jerit Tangis Siswa SMKN1 Siatasbarita Taput Saksikan sepatu dibakar Kepsek

Pembakaran dilakukan dengan alasan para siswa-siswi tidak mentaati tata tertib sekolah. Informasi yang diperoleh wartawan belum lama ini dari beberapa anak di sekolah tersebut, pembakaran sepatu siswa terjadi setelah usai senam pagi Sabtu lalu,tepatnya 22 September 2018. Dimana aksi pembakaran dilakukan setelah guru-guru di sekolah ini lakukan rajia kaos kaki atas perintah Kepsek.

“Setelah selesai senam pagi, LMS yang diketahui istri salah seorang pejabat teras di Pemkab Taput memerintahkan kami agar maju ke depan berbaris dan disuruh membuka kaus kaki yang bukan warna putih. Lalu Kepsek dengan suara lantang memerintahkan Satpam mengambil mancis dan minyak dari mesin babat.

Perintah bakar kaos kaki dan sepatu puluhan siswa ini diakui kepsek LMS saat dikonfirmasi wartawan,” benar saya telah memerintahkan pembakaran sepatu para anak didik ini karena tidak patuh dan jauh sebelumnya sudah diperingatkan”, katanya dengan nada sombong.

Sebaliknya siswa siswi sekolah bersangkutan berkata lain,” dengan nada arogan tanpa ada rasa iba kami disuruh untuk membakar sendiri sepatu dan kaos kaki yang berakibat tidak sedikit teman-teman  menangis histeris menyaksikan sepatunya telah dibakar,” ucap salah seorang murid dengan memohon agar namanya tidak ditulis.

Dikatakan kemudian, setelah pembakaran para siswa yang masih menyisakan tanda-tanda menangis  membeli sandal jepit untuk dipakai hari itu. Namun berakibat pada Senin (24/9) banyak siswa yang tidak masuk sekolah dengan alasan trauma serta tidak memiliki sepatu lagi.

Ditanya apakah guru-guru di sekolah tersebut pernah memberikan peringatan secara lisan dan tertulis kepada siswa. Ia mengaku bahwa peringatan secara lisan dan tertulis tidak pernah dilakukan oleh guru. “Tidak pernah kami terima itu, baik lisan maupun tulisan, tiba-tiba saja sepatu kami dibakar,” kata siswa ini dengan mimik yang masih sedih.

Beberapa Orang tua siswa termasuk Boru Aritonang yang ditanya wartawan mengaku sama, tidak pernah menerima surat peringatan baik secara lisan maupun secara tertulis dari sekolah tersebut, sehingga menimbulkan tanda tanya bagi kami,” apakah kepsek ini ada penyakit kejiwaan atau hanya karena keangkuhannya maka begitu tega membakar sepatu para anak didik..?”, timpal Boru Tobing.

Kalau ada kesalahan anak saya, ya pihak sekolah kirim surat peringatan,” tuturnya dengan nada kesal seraya berharap agar Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dapat menindak Kepsek yang merugikan anak didik dan orangtua siswa-siswi SMKN 1 Siatasbarita Taput ini.(Jas).

Ket.Foto : Puluhan siswa-siswi SMKN 1 Siatasbarita Taput hanya terpelongo saksikan sepatu dan kaos kaki mereka dibakar dan hanya tersisa kepulan asap menghitam (Jas).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: