TNI AL Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai Rp. 134 Milyar di Perairan Aceh

Belawan, PRESTASI REFORMASI.Com — Upaya penyelundupan narkoba dari Malaysia ke wilayah pantai timur Sumbagut masih saja terjadi. Terbukti, Kamis pekan lalu tim penyergap dari Komando Armada (Koarmada) I yang tergabung di dalam Tim The FirsT One Quick Response I (F1QR I) Lanal Lhokseumawe berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 67,4 kilogram narkoba jenis sabu-sabu di perairan Aceh Timur.

Panglima Komando Armada I (Pangkoarmad I) Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E, M.M, membenarkan hal itu pada konferensi pers bersama Kepala BNN Propinsi Sumut, Marsauli Siregar di dermaga Mako Belawan Lantamal Jum’at sore (14/9) saat memaparkan narkoba jenis sabu-sabu hasil tangkapan aparat TNI AL Koarmada I.

Disebutkan, upaya penyelundupan 67,4 kilogram narkoba jenis sabu-sabu yang diangkut dengan menggunakan speedboat itu digagalkan Tim F1QR I Lanal Lhokseumawe, Pangkalan Utama TNI AL I , Kamis (13/09) pukul 06.45 WIB, pada koordinat 04A° 43′ 99″ LU – 098°24′ 83″ BT, daerah Alur Kuala Peunaga Lama Perairan Aceh Timur. Penyergapan speedboat ini berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat pengguna ;laut kepada tim intelijen Koarmada I.

Tim F1QR I Lanal Lhokseumawe yang telah mencium gelagat speedboat tersebut berusaha tancap gas untuk menghentikan perjalanan speedboat berkecepatan tinggi itu seraya memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali. Speedboat yang lebih dulu menggapai bibir pantai itu berhenti di tepi alur. Sedangkan dua orang awaknya langsung melompat ke darat dan melarikan diri ke hutan bakau.

Untuk proses lebih lanjut, speedboat beserta barang bukti berupa dua buah tas besar berisi sabu-sabu itu diamankan dan dibawa ke Kantor POM Lantamal I Belawan. Selanjutnya, pihak Koarmada I memanggilkan BNN Sumut. Hasil dari penimbangan barang bukti sabu yang disaksikan oleh BNN Sumut itu diketahui seberat 67,4286 kg.

“Sabu-sabu tergolong kelas super senilai Rp 2 juta pergramnya. Bila diberjualbelikan nilainya mencapai Rp 134 miliar. Dan, pergramnya bisa dikonsumsi oleh 10 orang. Nah, kalau saja barang berbahaya ini lolos ke masyarakat, setidaknya 670 ribu orang bisa terjangkit narkoba jenis sabu-sabu,” papar Laksamana berbintang dua itu didampingi Danlantamal I Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto.

Keberhasilan penggagalan upaya penyelundupan narkoba tersebut merupakan komitmen TNI AL, khususnya Koarmada I dalam membantu program Pemerintah memberantas peredaran narkotika di Indonesia Air yang semakin marak. “Penangkapan speedboat tersebut merupakan bukti adanya sinergitas, antara masyarakat dengan salah satu instansi terkait yang berwenang terhadap pelanggaran hukum di laut yaitu TNI AL,” ungkap mantan Danlantamal I itu. .

Pangkoarmada I menambahkan, dalam memberikan jaminan kemanan di laut, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap berbagai bentuk pelanggaran dan aksi penyelundupan seperti narkoba, miras, rokok. Termasuk illegal fishing, terutama di Selat Malaka dan Selat Singapura yang dinilai rawan., ujar Pangkoarmad I Laksda TNI Yudo Margono, S.E, M.M. (tandjung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *