Janda Tua Beranak Dua di Langkat, Hidup Prihatin di Rumah Tak Layak Huni

Langkat, PRESTASI REFORMASI.Com — Sangat prihatin bila kita saksikan langsung penghidupan Ibu Halimah (60), Warga Dusun lll Sosial Desa Batu Melenggang Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat Sumatera Utara ini.

Janda beranak dua ini untuk memenuhi hidupnya sehari-hari membuat sapu lidi dari daun sawit yang ia dapat dari kebun orang. Dengan hasil yang minim dan pas-pasan untuk menyambung hidup .

Grup Pemuda Langkat yang bergabung di Wadah Penus (Pejuang Nasi Bungkus) menjenguk langsung rumah Ibu Halimah, Selasa (7/8/18).

“Alangkah prihatinnya bila kita lihat kondisi penghidupan Ibu ini. Ia hidup di gubuk tua yang reot bersama kedua anaknya. Atap daun nipah di sana sini telah bocor, sehingga tidak dapat menghindar dari hujan dan sengatan terik matahari ,” kata salah seorang anggota Penus.

“Bagaimana Ibu ingin mengganti atapnya Nak , penghasilan Ibu sebagai pembuat sapu lidi hanya bisa beli beras dan sayur, bila hari hujan lantai rumah kami basah, bila terik matahari sinar matahari menembus ke lantai rumah, lantai rumah telah lapuk termakan usia,” kata Ibu Halimah sembari meneteskan air mata.

Dan Grup pemuda Langkat Penus mempertanyakan kepedulian Kepala Desa setempat dan pihak Pemda Langkat.

“Kesusahan penghidupan dan hancurnya rumah Ibu ini Nak tak ada yang mau peduli. Bila malam hari rumah ini gelap gulita. Sebab rumah Ibu tak masuk aliran listrik Nak,” tuturnya Ibu berusia 60 tahun ini terbata-bata meneteskan air mata.

Grup pemuda Penus meminta Pemda Langkat agar meninjau langsung ke lapangan, melihat penghidupan Ibu Halimah. Begitu juga Kepala Desa Batu Melenggang sesekali hendaknya memantau warganya, seperti Ibu Halimah Janda beranak dua ini. Sudah pantas rumahnya yang reot dan tak layak huni itu diperbaiki dengan menyisihkan ADD dengan label proyek Bedah Rumah. (Andre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: