Buffalo Boys, Film Indonesia Bercita rasa Western Hollywood

Catatan: Husor Parissan Sitompul

PRESTASI REFORMASI.Com — Pada bulan Juli 2018 ini, industri perfilman Indonesia seperti mendapat stimulan tambahan dengan tayangnya film Buffalo Boys. Mengapa tidak, setelah lima tahun terakhir, film ‘pribumi’ mulai menunjukkan jati diri untuk dapat menjadi tuan di rumah sendiri. Meskipun dominasi film Indonesia masih dipenuhi genre film horor.

Tepatnya hari ini, Kamis tanggal 19 Juli 2018, dengan ditayangkannya film Buffalo Boys serentak di bioskop-bioskop tanah air, para pencinta layar perak disuguhkan sebuah film drama-aksi yang digarap serius, bertabur bintang dengan cita rasa western hollywood.

  Sebagai penggemar nonton film di bioskop, ada rasa kebanggaan bahwa ternyata film Buffalo Boys ini bukan hanya ‘jago kandang’ tetapi juga mendapat respon positif dari penggemar film lainnya di luar negeri.

Hal ini terungkap dari Mike Wiluan yang merasaa bangga luar biasa, karena karya perdananya sebagai sutradara, Buffalo Boys mendapat sambutan meriah di world premiere di Montreal, Kanada. Film Indonesia yang diproduksi Screenplay Infinite Films ini ditayangkan di Fantasia International Film Festival 2018, Sabtu (14/7/2018) malam waktu setempat.

Buffalo Boys juga dibawa Mike Wiluan mengikuti New York Asian Film Festival. “Saya bangga karena film ini mendapat sambutan meriah dari dunia,” kata Mike Wiluan yang datang ke Montreal bersama salah satu bintang utama, Pevita Pearce dan juga co-writter Rayya Makarim.

Mike Wiluan menampilkan aksi kakak beradik Jammar dan Suwo, yang diperankan dengan apik oleh Ario Bayu dan Yoshi Sudarso. Mereka bersama sang paman, Arana (Tio Pakusadewo) menuntut balas atas kematian ayahnya.

Siapa sangka, saat pulang kampung ke Tanah Jawa, setelah besar di Amerika, mereka mendapatkan hal-hal mengejutkan. Aksi ala koboi Jawa ini begitu menawan sepanjang film.

“Saya terkejut sekaligus memuji, sutradara bagus menggabungkan ide west dan east, ke dalam film,” puji Stephen, salah seorang sutradara asal Seattle, Amerika Serikat yang ikut menonton world premiere di Montreal, Sabtu malam lalu.

Nasi Goreng Western
Buffalo Boys diibaratkan Mike Wiluan sebagai nasi goreng western. “Ini mungkin jadi genre baru di Indonesia. Ya kalau ibarat makanan ini nasi goreng western,” kata Mike Wiluan yang sukses sebagai produser di film Headshot yang dibintangi Iko Uwais, 2016.

Mike Wiluan membangun cerita dengan fakta tentang penjajahan namun fiksi soal kisah sang koboi Jawa. Buat penonton, plot cerita dan detail film bisa jadi kekuatan Buffalo Boys yang memang asyik diikuti.

Berlatar belakang tahun 1800-an, jalan cerita Buffalo Boys mengisahkan Indonesia yang dihadang kebebasannya oleh Kolonial Belanda.

Konfilk di film ini dimulai dengan sebuah kesepakatan yang buntu antara pemerintah Kolonial Belanda dengan seorang pemimpin kerajaan di tanah Jawa.

Van Trach (Reinout Bussemaker) berusaha bernegosiasi dengan Sultan Hamza. Namun, keberuntungan tampak belum berpihak pada Sultan Hamza. Posisinya kian terdesak dengan pemerintah. Menolak bekerjasama, Sultan Hamza terancam.

Adikanya Arana (Tio Pakusadewo) membuat rencana lain, menyelematkan kedua putra Hamza, Jamar (Ario Bayu) dan Suwo (Yoshi Sudarso) yang masih balita.

Berpuluh-puluh tahun Jamar dan Suwo jauh dari kampung halamannya dan kemudian kembali lagi ke tanah air untuk satu misi. Misi yang mempertemukan kedua bersaudara ini dengan sosok Kiona (Pevita Pearce), Seruni (Happy Salma) dan orang-orang baru yang kini hidup semakin sengsara.

Apa sebenarnya tujuan Jamar dan Suwo kembali ke tanah air? Tahukah kakak-beradik ini dengan masa lalu mereka yang sebenarnya?

Penuh Bintang
Buffalo Boys merupakan film aksi terbaru Indonesia yang tayang di tahun 2018. Film Buffalo Boys disutradarai oleh Mike Wiluan menghadirkan banyak bintang-bintang terkenal seperti nama Ario Bayu, Mike Lucock, Yoshi Sudarso, Sunny Pang, Zack Lee, Tio Pakusadewo, Pevita Pearce, Happy Salma, Mikha Tambayong.

Infinite Frameworks, Zhao Wei Films serta Screenplay Infinite selaku rumah produksi ini menggambarkan kisah Indonesia di masa lalu tentang masyarakat Jawa yang tertindas terhadap pemerintahan kolonial Belanda.

Hal menarik dari film ini diantaranya adalah penggarapannya yang sangat serius. Bahkan kru film menyiapkan satu set lokasi khusus untuk membangun tata lokasi yang bernuansa tahun 1800-an.

Jadi kalau ingin menjadikan Film Indonesia 100 % menjadi ‘Tuan di rumah sendiri’, mari saksikan Film Buffalo Boys yang mulai tayang di bioskop hari ini tanggal 19 Juli 2018.  (hps/berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *