Selain Harumkan Nama Bangsa dengan Raih 19 Medali, Tim Wushu RI Juga Bawa Misi Ekonomi Berkelanjutan

Jakarta, PRESTASIREFORMASI.Com – Tim Wushu Indonesia mampu harumkan nama bangsa di ajang Kejuaran Dunia Wushu Junior ke-7 (7th World Junior Wushu Championships) di Brasilia, Brasil yang berlangsung pada tanggal 9-15 Juli 2018. Para petarung nasional ini menyabet sebanyak 19 medali dari berbagai nomor pertandingan, terdiri dari 2 medali emas, 10 medali perak, dan 7 medali perunggu.

“Kami sangat merasa bersyukur, bangga, dan berterima kasih terhadap capaian dari tim wushu kita yang telah berlaga di Brasil tersebut. Prestasi yang membawa nama baik bangsa di kancah internasional ini juga menjadi kado bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) di Jakarta, Senin (16/7).

Berdasarkan catatan PB Wushu Indonesia, sebanyak 20 atlet wushu junior yang dikirim ke Brasilia tersebut, terdiri dari 12 atlet Taolu dan 8 atlet Sanda. Sementara itu, ke-19 medali yang diraih, dua medali emas disumbangkan oleh Jevon Lionel Koeswoyo di nomor Taiji Jian A dan Lawrence Dean Kurnia di nomor Dao Shu C.

Selanjutnya, medali perak dikalungkan kepada Nadya Permata Setiawan di nomor Changquan A, Gunshu A dan Dao Shu A, kemudian Jevon L. Koeswoyo di nomor Taijiquan B, Joceline Candra Kanti Tara di nomor Nan Gun B dan Nan Dao B, Aqila Ghaida Fuaizah di nomor Dau Shu C, Ahmad Ghifari Fuaiz di nomor Jian Shu A, Tharisa Dea Florentina di nomor Sanda kelas 52 kg junior, serta Bintang Reindra di nomor Sanda kelas 52 kg Children.

Untuk medali perunggu, diperoleh Thalia Marvelina Tanzil di nomor Gunshu C, Nelson Louis Fernando di nomor Jian Shu B, Patricia Geraldine di nomor Jian Shu B, Ahmad Gifari Fuaiz di nomor Qiang Shu A, Joceline Candra di nomor Nanquan B, Fani Febriyanti di nomor Sanda 48 kg Pi, serta Laka Anak Sasongko di nomor Sanda 56kg Pa.

Airlangga meyakini, seluruh atlet wushu binaannya telah memiliki mental juara sehingga akan terus mempersembahkan hasil yang unggul. Apalagi, wushu menjadi salah satu cabang olahraga andalan Indonesia di setiap ajang bergengsi baik itu yang diselenggarakan di dalam maupun luar negeri.

Oleh karenanya, PB Wushu Indonesia semakin memacu semangat para atlet besutannya agar tetap menjadi kebanggaan bagi semua bangsa Indonesia. “Sebagai tuan rumah Asian Games nanti, kita juga harus sukses dalam penyelenggaraan dan prestasi. Kami optimistis tim wushu kita akan berkontribusi besar dalam mendulang medali emas bagi Indonesia di Asian Games 2018,” tegasnya.

Seragam menarik

Sementara itu, di tengah keberhasilan meraih prestasi yang gemilang di Brasilia, menariknya tim wushu Indonesia juga membawa misi baik untuk menyosialisasikan konsep ekonomi berkelanjutan melalui seragam yang digunakan.

“Uniform Merah Putih dibuat dari barang bekas botol plastik (pet recycled bottle). Jadi, tim wushu kita ikut berkampanye untuk ekonomi berkelanjutan dan mendorong daur ulang untuk sampah plastik. Seragam ini disiapkan oleh PT Indorama,” papar Airlangga.

Menperin menyampaikan, Pemerintah Indonesia sedang gencar menggalakkan konsep circular economy di berbagai aspek kehidupan. Upaya ini guna mentransformasi dari konsep linear economy yang hanya menganut prinsip produksi, penggunaan, dan pembuangan untuk menggunakan potensi setiap material.

Sementara itu, konsep utama circular economy lebih dikenal melalui prinsip 5R. Prinsip ini antara lain dilakukan melalui reduce atau pengurangan pemakaian material mentah dari alam. Selain itu, reuse atau optimasi penggunaan material yang dapat digunakan kembali, daur ulang (recycle), perolehan kembali (recovery), dan perbaikan (repair).

Lebih lanjut, pendekatan yang digunakan dalam circular economy adalah holistik dan multi stakeholder. “Jadi, melalui prinsip 5R, ekstraksi material mentah dari alam jauh lebih efektif dan efisien. Selain itu, limbah juga dapat dikurangi,” jelas Airlangga.

Hal tersebut sejalan dengan langkah Kementerian Perindustrian yang melaksanakan program industri hijau sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian. “Industri manufaktur berperan penting dan memberikan dampak luas dalam mewujudkan circular economy di Indonesia, tegasnya..

Konsep circular economy juga dinilai berkontribusi besar dalam mengimplementasikan pola produksi dan konsumsi berkelanjutan yang menjadi tujuan ke-12 Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya mendaur ulang sampah kemasan yang selanjutnya dapat menggantikan sebagian bahan baku murni sebuah produk diharapkan dapat menciptakan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *