KMP Rusak, Penumpang Gagal Berlayar ke Nias

Aceh singkil, PRESTASI REFORMASI.Com – Puluhan penumpang KMP Teluk Singkil di Pelabuhan Pulosarok terlihat resah menunggu perbaikan Kapal Fery yang akan mereka tumpangi menuju Gunung Sitoli, Kabupaten Nias Selatan, Sumut, Rabu (4/7). Mereka gagal berangkat, akibat ada kerusakan.

KMP Teluk Singkil yang dijadwalkan berangkat Rabu (4/7) malam dari Pelabuhan Pulosarok, Kabupaten Aceh Singkil menuju Gunung Sitoli, Kabupaten Nias Selatan, Sumut, gagal berlayar karena mengalami kerusakan pada ramp door (pintu tanjakan).

Petugas Fery ASDP Cabang Singkil Rivai Afin Rabu malam di Singkil kepada wartawan mengatakan, akibat penundaan pelayaran, mengakibatkan puluhan penumpang terpaksa mandah dan menginap di loket pelabuhan Pulosarok, sampai kerusakan kembali bagus.

Rivai menuturkan, KMP Teluk Singkil dari Pelabuhan Pulosarok berlayar dua kali sepekan menuju Gunung Sitoli setiap hari Rabu dan Jumat pada malam hari pukul 22.00 WIB.

Selain dipergunakan berlayar ke Gunung Sitoli, lanjutnya, KMP Teluk Singkil juga dua kali sepekan ke Pulau Banyak, Aceh Singkil, setiap hari Selasa dan Jumat pada pukul 14.00 WIB.

Rivai mengatakan, rusaknya ramp door KMP Teluk Singkil pada sore tadi ketika bersandar di Pelabuhan Pulosarok.

“Fery KMP Teluk Singkil yang berlayar dari Pulau Banyak ketika bersandar di Pelabuhan Pulosarok, ramp door bagian depan kapal rusak sehingga para penumpang turun dari pintu samping kapal,” ujarnya.

“Menurut Operator KMP Teluk Singkil, Mamas, sejak kapal berlayar ke Pulau banyak ramp door baik-baik saja, tapi ketika berlayar pulang ke Pelabuhan Pulosarok ramp door rusak, sehingga petugas kita sudah menjemput teknisi ke Medan, Sumut, karena teknisi setempat tidak mampu, mengingat pintu menggunakan daya listrik,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan wartawan, kapan dipastikan selesai dan kapal berlayar, Rivai belum bisa memastikan, karena perbaikan ramp door paling cepat sepekan.?

Pantauan wartawan ratusan penumpang KMP Teluk Singkil terlihat resah, karena terpaksa menginap di loket pelabuhan kapal dan mobil. Para penumpang terdiri dari para pedagang dan pelajar.

“Terpaksa menginap sementara di pelabuhan, esok lihat situasi, kalau tidak memungkinkan, terpaksa berangkat ke Gunung Sitoli dari Pelabuhan Sibolga, Sumut,” ujar Zega salah seorang penumpang kapal Fery di temui wartawan malam itu.

Zega menuturkan sebenarnya melalui Pelabuhan Sibolga, lebih jauh, sekitar 20 jam, sementara dari Pelabuhan Singkil hanya 8 jam. (db)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *