Di Pulau Banyak Barat Warga kesulitan Akses internet

Aceh Singkil, PRESTASI REFORMASI.Com — Warga Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, masih kesulitan mengakses jaringan internet, sehingga bila benar-benar penting dalam pengiriman file terpaksa bergerak ke tengah laut.

Herlin, salah seorang pekerja sosial yang terkoneksi langsung dengan Kementrian Sosial kepada wartawan di Singkil, Ahad mengatakan sangat kesulitan jika harus mengirim data laporan ke server Kementerian Sosial, karena harus menempuh jarak sekitar 30 menit untuk mencari sinyal dengan perahu.

Herlin menuturkan, jaringan internet baru bisa dirasakan minimal ketika sudah memasuki desa Ujung Sialit ?yang jarak perjalanannya dengan pusat Kecamatan Pulau Banyak Barat hampir 45 menit menggunakan perahu mesin.

“Saya pernah hampir setiap hari ke tengah laut mendekati Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak untuk mencari jaringan, hanya untuk mengirim satu file berisikan dokumen kependudukan, karena sangat penting,” ujar Herlin.

“Bagaimana bisa berkembang jika hal kecil seperti jaringan internet tidak masuk ke Pulau Banyak Barat. Padahal, lokasi ini salah satu destinasi wisata bahari yang cukup ramai dikunjungi Wisatawan manca negara,” tukas Herlin.

Pemerintah kurang cerdas dalam mengikuti perkembangan telekomunikasi internet, padahal mempromosikan suatu destinasi ke dunia maya lebih menjanjikan melalui internet di era milenial ini,” kata dia.

Kemudian, Herlin juga mengutarakan beberapa bulan lalu, ia sudah mengusulkan hal itu ke Diskominfo Aceh Singkil yang dipimpin Ahmad Rivai, agar jaringan di Kecamatan Pulau Banyak Barat diperbaruhi. Namun, usulan itu belum juga dipenuhi.

“Sudah saya usulkan, tapi sampai saat ini belum ada tanggapan yang serius,” katanya.

Sebagaimana diketahui, penduduk Pulau Banyak Barat sudah melebihi 3.000 jiwa. Akses dari Kabupaten Aceh Singkil sekitar ?perjalanan untuk ke kecamatan ini melalui perjalanan laut menempuh waktu 4 jam menggunakan kapal cepat.

Di kecamatan itu banyak destinasi wisata bahari yang berkelas internasional, salah satunya, di Pulau Bangkaru terdapat lokasi surfing dan sebagai tempat konservasi penyu hijau dan belimbing yang amat langka.

Kemudian, pulau-pulau indah seperti Pulau Lamun, Pulau Balung, Tailana dan pulau sekitarnya, yang memiliki pesona bawah laut yang cukup indah.

Padahal, sebagian warganya memiliki pekerjaan yang mengharuskan terkoneksi dengan internet.

Apalagi, warga di sana rata-rata sudah memiliki ponsel smartphone. Namun, tak ada jaringan pendukung. Saat ini hanya ada jaringan Telkomsel 2G atau Edge GPRS. Cukup untuk bisa menelpon dan kirim pesan SMS. Itupun kadang mengalami jaringan yang buruk. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *