Anggaran Pembangunan Pojok Rokok di Aceh Singkil Diduga Mark Up

Aceh singkil, PRESTASI REFORMASI.Com – LSM Komunitas Peduli Pembangunan Aceh Singkil (KPPAS) meminta penegak hukum daerah setempat untuk mengaudit sejumlah pojok rokok yang dibangun di sejumlah kawasan perkantoran di Kabupaten Aceh Singkil.

“Pembangunan pojok rokok yang di fasilitasi oleh Dinas kesehatan Aceh Singkil itu,dengan membangun 13 titik di lokasi perkantoran satuan kerja pemerintah kabupaten (SKPK )dengan anggaran di taksir Rp 200 juta dengan jumlah dana tetsebut,dinilai tidak rasional dan di duga mark up,” kata Ketua LSM KPPAS Drs. Kabeakan, di Aceh Singkil, Selasa.

Kabeakan menilai bangunan pojok rokok per unit anggarannya sekitar Rp 15 juta lebih tapi model bangunannya kecil seperti pondok.

“Pembangunan ini sungguh sangat miris sekali, ketika pihak kami melakukan investigasi dan monitoring ke lapangan secara kasat mata bangunan pojok rokok hanya diperkirakan anggarannya paling tinggi Rp 5 juta per unit,” ujarnya kepada wartawan, saat ditemui di ruang kerjanya.

Kabeakan memperkirakan ada sekitar Rp 135 juta dugaan dikorupsi yang dilakukan pihak pejabat dan Rekanan. Dalam hal ini pihaknya juga merasa heran, pasalnya pihak Inspektorat seakan tidak mempermasalahkan hal itu alias lemah. 

Terkait penyalahgunaan anggaran yang diduga ada unsur korupsi pembangunan pojok santai merokok, penegak hukum diminta untuk tidak tinggal diam tapi harus segera melakukan penyelidikan terkait persoalan itu.

Sebab, kata Kabeakan, jika hal itu di biarkan maka pihak penyelenggara pemerintah atau pengguna anggaran akan terus melakukan hal serupa dalam pemanfaatan anggaran yang semberono dan asal asalan yang merugikan rakyat dan Negara.

“Memang membangun pojok rokok merupakan amanah UU kesehatan no.39 tahun 2009 pasal 115 ayat 1, yaitu pemerintah daerah di wajibkan untuk membuat tempat khusus kawasan merokok, tapi harus di lakukan dengan perencanaan yang matang,dan anggaran yang rasional dan dapat di pertanggung jawabkan,” jelasnya.

Sementara pembangunan pojok rokok yang 13 unit di sejumlah kawasan perkantoran Kabupaten Aceh Singkil, terkesan mubazir karena jarang dimanfaatkan oleh pecandu rokok, karena menurutnya  justeru pembangunan pojok rokok tersebut malah hanya cenderung menguntungkan segelintir orang. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *