Terminal Peti Kemas Domestik Belawan Raih Sertifikat ISPS Code

Belawan, PRESTASI REFORMASI.Com – Terminal Peti Kemas Domestik Belawan (TPKDB) memperoleh sertifikat International Ship and Port Security (ISPS) Code. Sertifikat Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan itu diterima dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, pada 23 Mei 2018.

ACS Humas Pelindo 1, Fiona Sari Utami melalui surat elektronik yang dikirimkannya ke PRESTASI Reformasi menyebutkan, dengan peraihan sertifikat ISPS Code tersebut , menunjukkan PTKDB selaku perusahaan yang dikelola Pelindo I ini telah memenuhi fasilitas pelabuhan dengan ketentuan SOLAS 74 bab XI-2 dan bagian A dari Peraturan Internasional untuk keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan (ISPS Code).

Ini juga menunjukkan bahwa fasilitas pelabuhan ini telah diverifikasi dan beroperasi sesuai rancangan keamanan fasilitas pelabuhan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dari IMO (International Maritime Organization).

Sertifikat ISPS Code ini bertujuan untuk menyediakan standar, kerangka kerja yang konsisten, mengevaluasi resiko dan memungkinkan Pemerintah untuk mengimbangi apabila terjadi perubahan ancaman dengan menguubah nilai kerentanan pada kapal dan fasilitas pelabuhan melalui penentuan tingkat keamanan yang sesuai dan langkah-langkah keamanan yang sesuai.

Disebutkan, TPKDB sebagai terminal pelabuhan yang melayani domestik wajib harus menerapkan sistem ISPS Code sejak terbitnya Peraturan Menteri Nomor 134 tahun 2016, yakni pelabuhan domestik juga diwajibkan untuk menerapkan ISPS code.

“Kami bersyukur TPKDB berhasil mendapatkan Sertifikat ISPS Code ini. Sertifikat ini merupakan salah satu persyaratan internasional dari IMO terhadap pelabuhan yang melakukan bongkar muat kapal, serta merupakan bukti dari komitmen Pelindo 1 terus meningkatkan kualitas pelayanan khususnya dalam hal keamanan atas kapal-kapal yang berkunjung dan kelengkapan fasilitas pelabuhan yang kami kelola.
Wilayah yang masuk area ISPS Code ditetapkan sebagai area yang steril (Restricted Area) dalam operasi pelayanan kapal maupun pelayanan barang. Setiap orang yang akan beraktivitas di TPKDB diberi Pass ISPS Code, rompi keselamatan (Safety Vest Reflective) dan helm oleh Security termasuk kendaraan semua diperiksa guna meningkatkan keamanan. TPKDB juga telah menyiapkan fasilitas pendukung berupa pengamanan double pada gate masuk,” papar Fiona .

“Sertifikat ISPS Code tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelancaran arus distribusii logistik, khususnya ke wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya. “Sertifikat ISPS Code di TPKDB, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan mitra kerja untuk memanfaatkan fasilitas pelabuhan serta mendorong peningkatan kualitas dan kinerja pelayanan bongkar muat kami,” tambahnya.

Sertifikat ISPS code yang diterima TPKDB ini imbuh Fiona, ini menambah daftar pelabuhan di bawah pengelolaan Pelindo 1 yang telah memiliki sertifikat ISPS Code. Hingga saat ini, pelabuhan yang telah memiliki ISPS Code adalah Belawan International Container Terminal (BICT), Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Dumai, Terminal Petikemas Perawang, Pelabuhan Tanjung Pinang, Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Pelabuhan Malahayati, Pelabuhan Lhokseumawe, Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, Pelabuhan Kuala Tanjung, dan Pelabuhan Sungai Pakning.

Berpisah dari BICT
TPKDB yang merupakan cabang perusahaan terminal peti kemas domestik andalan Pelindo I ini bercikal bakal dari BICT. Ini berdasarkan 2 surat Keputusan Direksi: 1.—Keputusan Direksi: No.PR.02/1/24/PI.14.TU tanggal 13 Juni 2014 tentang Organisasi dan tata Kerja Terminal Petikemas Domestik Belawan PT. Pelabuhan Indonesia I. 2.— Keputusan Direksi: No.KP.32/5/8/PI.14.TU tanggal 13 Juni 2014 tentang Nama dan kelas Jabatan pada Terminal Petikemas Domestik Belawan PT. Pelabuhan Indonesia I.

“ Seiring dengan dua surat Keputusan Direksi yang mengusung keberadaan TPKDB di medio Juni 2014 tersebut, pada awal Juli, TPKDB beroperasi. Dengan terpisahnya dari BICT seluruh asset pendukung operasional TPKDB ini juga sudah diserahkan,”

Terminal Peti Kemas Domestik Belawan. (foto: dok.)

Kinerja TW I/ 2018 Tumbuh 8,62 %
Melangkah seiring tekad keras berpadu kerja cerdas, menejemen Pelindo 1 Terminal Peti Kemas Domestik Belawan (TPKDB) melakukan perubahan kemajuan di berbagai lini pelayanan. Inilah yang mengusung perusahaan andalan Pelindo 1 ini dengan gemilang mewujudkan “Goal Impian” kinerja operasional Triwulan I/2018 meningkat 8,62 persen di sektor trafik petikemas dibanding kurun yang sama tahun 2017.

Pertumbuhan yang diraup TPKDB di perempatan 2018 ini volumenya tercatat 110.690 box (132.324 TEU’s). Sedangkan di Triwulan I/2017 pencapaiannya 101.904 box (122.225 TEU’s).

Pertumbuhan kinerja operasional terminal petikemas Antarpulau milik Pelindo 1 Indonesia Gateway ini disampaikan oleh Menejer Umum TPKDB Subhan belum lama ini.. Subhan siang itu didampingi Menejer Sistem Manajemen dan Teknologi Informasi Abu Bakar, dan Menejer Teknik sekaligus Plh. GM TPKDB Dony.

Berdasarkan data trafik petikemas yang dimunculkan pihak TPKDB, capaian 110.690 box (132.324 TEU’s) di Trw I/2018 terangkum dalam kunjungan kapal 85 call. Rinciannya: Antarpulau (A/P) Bongkar 61.346 box (72.802 TEU’s), dan A/P Muat 49.344 box (59.522 TEU’s). Sedangkan trend di Trw I/2017 atas kunjungan kapal 95 call tercatat 101.904 box (122.225 TEU’s) dengan rincian: A/P Bongkar 54.466 box (65.319 TEU’s), dan A/P Muat 47.438 box (56.906 TEU’s).

Jumlah kunjungan kapal di Trw I/2018 terbilang menurun 10 call dibanding 2018, tapi secara Gross Ton jumlah ini lebih besar, karena kapal y7ang dilayani TPKDB di 2018 ini tergolong sebagian besar berGross Ton lebih besar.

Subhan menambahkan, seiring transformasi yang dilakukan, pencapaian kinerja operasional TPKDB dalam Trw I/2018 meningkat dengan pencapaian rata-rata 36,02 boks/kapal/jam (Box/Ship/Hour-B/S/H) yang sebelumnya 20,78 B/S/H.

Dalam upaya mewujudkan goals impian tersebut, terminal peti kemas domestik andalan Pelindo I ini memiliki fasilitas : dermaga 400 meter, Lapangan Penumpukan 102.000 M2, Alat Bongkar Muat meliputi: 4 unit Container Crane, 3 unit Mobil Harbour Crane (HMC), 5 unit Rubber Tyred Gantry , 8 unit Reach Stacker, 2 unit Side Loader, 18 unit Headtruck, 20 unit Chasis. Dalam menyelaraskan pelayanan serba tepat, tahun 2018 ini TPKDB akan menambah alat bongkar muat berupa 20 unit Terminal Tractor , 2 unit CC, dan 4 unit RTG. (masri tanjung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *