MIMBAR AGAMA ISLAM

Oleh Bgd.Masri Tanjung
Wartawan SKU PRESTASI Reformasi

Diriwayatkan oleh Ali karamallahuwajhah, bahwasanya ia berkata: “Pada suatu hari sewaktu Nabi Muhammad SAW, sedang duduk bersama dengan sahabat Muhajirin dan Anshar, tiba-tiba datang kelompok dari bangsa Yahudi kepada beliau SAW. Lalu Yahudi tadi bertanya: “Wahai Muhammad, kami ingin menanyakan kepadamu tentang kalimat yang disampaikan Allah Subhanahuwa Ta’ala kepada Musa bin Imran yang tidak disampaikan kecuali kepada nabi yang diutus atau malaikat yang dekat (dengan Allah).”

Nabi SAW, lalu bersabda:”Adapun shalat Dhuhur, apabila matahari telah tergelincir (ke barat), maka segala sesuatu bertasbih kepada Tuhannya. Adapun shalat Ashar, itu adalah saat Allah melarang Nabi Adam alaihissalam memakan buah pohon terlarang. Adapun shalat Maghrib, itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam as. Tidaklah seorang mukmin yang mengerjakan shalat maghrib ini dengan ikhlas, kemudian memohonkan sesuatu kepada Allah SWT, melainkan Allah SWT akan mengabulkannya. Adapun shalat Isya, itu adalah shalat yang dikerjakan rasul-rasul sebelum aku. Adapun shalat Shubuh, itu ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, dan setiap orang yang kafir kepada Allah bersujud kepadanya.”

Kelompok Yahudi tadi berkata: ”Engkau benar wahai Muhammad. Lalu apakah pahala bagi orang-orang yang shalat?, tanya Yahudi tadi.

Nabi SAW bersabda: ”Adapun shalat dhuhur, maka itu adalah saat Jahannam sedang menyala. Oleh karena itu, tidaklah orang mukmin yang mengerjakan shalat dhuhur ini, melainkan Allah Ta’ala mengharamkan atasnya uap Jahannam pada hari kiamat nanti.

Adapun shalat ashar, itu saat Nabi Adam as memakan buah pohon terlarang. Oleh karena itu tidaklah orang mukmin yang mengerjakan shalat ashar ini, melainkan ia keluar (bersih) dari dosa-dosanya sebagaimana saat ia dilahirkan ibunya. Kemudian bilau SAW membaca firman Allah Ta’ala yang artinya: (”Peliharalah semua shalat itu dan shalat wusta”. QS. Al-Baqarah-2:238).

Adapun shalat maghrib, itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam as. Oleh karena itu tidaklah orang muukmin yang mengerjakan shalat maghrib ini karena ikhlas, kemudian ia memohon sesuatu kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan kepadanya.

Adapun shalat Isya, maka sesungguhnya kubur itu gelap. Oleh karena itu tidaklah seorang mukmin berjalan dalam kegelapan malam untuk mengerjakan shalat isya, melainkan Allah mengharamkan nyala api neraka atasnya dan Allah memberinya cahaya untuk melewati shirath.

Adapun shalat shubuh, maka tidaklah orang mukmin yang mengerjakan shalat shubuh ini selama 40 hari dengan berjama’ah, melainkan Allah akan memberinya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari nifak (munafik)”.

Orang-orang Yahudi berkata: “Engkau benar ya Muhammad, dan kenapa Allah mewajibkan ummatmu mengerjakan puasa selama 30 hari?”. Beliau SAW bersabda: “ Sesungguhnya ketika Nabi Adam as memakan buah pohon terlarang itu, buah itu mengendap di dalam perutnya selama 30 hari. Maka Allah mewajibkan kepada keturunan Adam as untuk lapar selama 30 hari. Namun mereka boleh makan di waktu malam yang merupakan kemurahan dari Allah Ta’ala kepada makhluk-Nya”.

Orang-orang Yahudi tadi berkata: “Engkau benar ya Muhammad. Lalu beritahukanlah kepada kami pahala puasa ummatmu itu.”

Beliau SAW bersabda: “Tiadalah seorang yang mengerjakan puasa satu hari di bulan Ramadhan dengan ikhlas, melainkan Allah Subhanahuwata’ala akan memberinya 7 hal, yaitu: (1) Allah mencairkan daging yang haram dari badan orang yang berpuasa. (2) Allah mendekatkan orang yang berpuasa dari rahmat-Nya. (3) Allah mengkaruniakan amal-amal yang baik kepadanya. (4) Allah mengamankannya dari rasa lapar dan haus. (5) Allah memudahkan siksa kubur padanya, (6) Allah memberikan cahaya kepadanya nanti pada hari kiamat sampai ia melewati shirath, (7) Allah memberinya kemuliaan-kemuliaan di dalam surga”.

Mereka berkata: “Engkau benar ya Muhammad. Lalu beritahukanlah kepada kami apa kelebihanmu atas nabi-nai yang lain?”

Nabi Muhammad SAW bersabda: “ Tiada seorang nabi pun, melainkan ia menggunakan do’a mustajabnya atas kehancuran ummatnya. Sedangkan aku menyimpan do’aku (untuk memberi syafa’at) kepada ummatku.”

Mereka berkata; “Engkau benar ya Muhammad. Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan bahwa engkau adalah utusan Allah.”

Dari Ka’ab Al Ahbar ra, bahwasanya ia berkata: “Saya telah membaca dalam kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi Musa as, Allah berfirman: “Wahai Musa, dua raka’at shalat yang dikerjakan oleh Ahmad (Muhammad) dan ummatnya, yakni shalat shubuh, maka Aku mengampunkan dosa-dosa yang dilakukannya pada malam dan siang hari itu dan ia berada dalam lindungan-Ku.

Wahai Musa, empat raka’at yang dikerjakan Ahmad (Muhammad) dan ummatnya yakni shalat dhuhur, pada raka’at yang pertama Aku berikan ampunan kepada mereka, pada raka’at yang kedua Aku beratkan timbangan mereka, pada raka’at yang ketiga Aku tugaskan kepada para malaikat untuk senantiasa membaca tasbih dan memohonkan ampun untuk mereka, pada raka’at keempat Aku bukakan pintu-pintu langit untuk mereka dan bidadari mengintai mereka.

Wahai Musa, empat raka’at yang dikerjakan oleh Ahmad (Mahammad) dan ummatnya yakni shalat Ashar, maka tiada malaikat yang berada di langit dan di bumi, melainkan semua malaikat memohonkan ampun untuk mereka. Dan barangsiapa yang dimintakan ampun oleh malaikat maka Aku tidak akan menyiksanya.

Wahai Musa, tiga raka’at yang dikerjakan oleh Ahmad (Muhammad) dan ummatnya ketika matahari telah terbenam, maka Aku bukakan pintu-pintu langit untuk mereka. Apa pun yang mereka mohonkan, niscaya Aku kabulkan.

Wahai Musa, empat raka’at yang dikerjakan oleh Ahmad (Muhammad) dan ummatnya ketika mega merah telah terbenam, maka bagi mereka shalat itu lebih baik daripada dunia dan segala isinya dan mereka keluar (bebas) dari dosa sebagaimana sewaktu mereka dilahirkan ibunya .

Wahai Musa, bila Ahmad (Muhammad) dan ummatnya berwudhu’ sesuai yang Aku perintahkan kepada mereka, maka setiap tetesan air, aku sediakan surga yang luasnya selebar langit dan bumi.

Wahai Musa, bila Ahmad (Muhammad) dan ummatnya mengerjakan puasa bulan Ramadhan, maka setiap satu hari ia berpuasa, niscaya Aku sediakan untuk mereka satu kota di dalam surga dan Aku berikan setiap kebaikan yang sifatnya sunnat dengan pahala kebaikan yang wajib, dan Aku jadikan untuk mereka Lailatul Qadar.

Bila ada orang yang membaca istighfar satu kali saja pada malam itu dengan penuh penyesalan dan kesungguh-sungguhan dari lubuk hatinya, maka bila ia mati pada malam itu atau pada bulan Ramadhan, niscaya Aku beri pahala seperti pahala 30 orang yang mati syahid.

Wahai Musa, sesungguhnya di antara ummat Muhammad itu ada orang berdiri di tempat-tempat yang tinggi untuk mengumandangkan persaksian bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, maka pahala mereka bagaikan pahala para nabi. Dan rahmat-Ku wajib atas mereka, dan murka-Ku jauh dari mereka. Dan, Aku tidak akan menutup pintu taubat kepada seorang di antara mereka, selama mereka bersaksi bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah.” (masri tanjung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: