PT Inalum sebagai Holding Miliki Tugas Strategis Ambil Alih Divestasi PT Freeport

Medan, PRESTASIREFORMASI.Com – PT Inalum yang telah ditunjuk menjadi induk holding industri pertambangan, memiliki tugas strategis untuk mengambil alih divestasi saham tambang emas dan tembaga PT Freeport Indonesia, sehingga mampu mendorong hilirisasi tambang hingga akhirnya mampu menempatkan posisi sebagai salah satu perusahaan yang tercatat dalam 500 Fortune Global Company.

Tugas dan misi besar PT Inalum tersebut dipaparkan Oggy Ahmad Kosasih selaku Direktur Pengembangan Bisnis merangkap Direktur Pelaksana PT Inalum, pada presentasi usai acara buka bersama dengan jajaran Pimpinan Redaksi, insan pers dan penerangan Sumataera Utara di Hotel JW Marriot Medan, Jumat (25/5).

Turut hadir dalam acara buka puasa bersama ini Direktur Produksi S.S. Sijabat, Direktur Umum & SDM Carry E.F. Mumbunan, Deputy General Manager CSR & PKBI Nugraha M. Toyib dan Sekretaris Perusahaan  Ricky Gunawan. Sedangkan jajaran pers dihadiri Ketua PWI Sumatera Utara H. Hermasnjah, SE, Ketua DKD PWI H. Sofyan Harahap, sejumlah pimpinan redaksi termasuk Pemimpin Redaksi PRESTASI REFORMASI Drs Husor Parissan Sitompul dan para wartawan di Medan.

Oggy menjelaskan, bahwa Inalum telah menjadi induk holding industri pertambangan sejak 27 November 2017,beranggotakan PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk dan 9,36 % saham di PT Freeport Indonesia.

Sehingga Inalum dituntut untuk terus berkomitmen membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena menurut Direktur Pelaksana PT Inalum ini, sekarang wilayah operasi PT Inalum tidak lagi hanya berada di Kuala Tanjung dan Paritohan Sumatera Utara, namun meluas hingga ke pelosok negeri melingkupi PT Antam Tbk di Pomala Sulawesi Tenggara, Halmahera Timur Maluku, Pongkor Jawa Barat dan Sanggau Kalimantan Barat.

Sedangkan wilayah operasi PT Bukit Asam Tbk di Tanjung Enim Sumatera Selatan, wilayah operasi PT Timah Tbk di Pulau Kundur, Karimun, singkep, Bangka Belitung, Banjarmasin dan Cilegon. Ditambah wilayah operasi PT Freeport Indonesia di Tembagapura Papua.

Tugas strategis untuk mengambil alih divestasi saham PT Freeport Indonesia terus berjalan. Sampai saat ini proses negosiasi masih terus berlanjut dan diyakini dengan peningkatan aset Holding BUMN Industri Pertambangan, maka akan mampu menyerap nilai akuisisi PT Freeport Indonesia.

Berkaitan dengan kinerja PT Inalum,  Oggy mengungkapkan, sekama tahun 2017 Inalum telah membukukan laba bersih sekitar Rp. 1,5 triliun atau 60% di atas target RKAP 2017 sekitar Rp 0,9 triliun.

Sedangkan dari sisi produksi, di tahun 2017 mampu memproduksi aluminium batangan (ingot)_ sebanyak 215.192 ton dan produk diversifikasi berupa billet dan alloy sebanyak 3.625 ton.

Selain itu, sebagai wujud komitmen kepedulian sosial, PT Inalum telah menyalurkan dana Program Komitmen dan Bina Linbgkungan (PKBL) serta Corporate Social Responsibility (CSR) selama tahun 2017 sekitar Rp. 30,4 miliar. Bahkan, untuk melanjutkan komitmen membantu permasalah defisit energi listrik di Sumatera Utara, Inalum masih mengalokasikan sebagian dari produksi listrik mencapai 90 MW melalui PLN Sumatera  Utara. (hps)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *