Masyarakat Samosir Tidak Takut Pasca Teror Bom Teroris di Indonesia

Samosir, PRESTASIREFORMASI.Com — Masyarakat Kab Samosir menyatakan sikap tidak takut pasca teror bom teroris di Indonesia. Hal itu mengemuka dalam diskusi forum dan keorganisasian yang ada di daerah itu, baru-baru ini.

Diskusi forum dan keorganisasian tersebut terdiri dari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Komunikasi Tokoh Masyarakat ( FKTM) , Forum Kewasapdaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Pembauran Kebangsaan (FBK), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Forum Komunikasi Kristen Katolik Samosir (FK3S) , Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) dan Insan Pers yang ada di Kabupaten Samosir.

Diskusi dengar pendapat melakukan diskusi dengar pendapat mengenai aksi terorisme yang baru terjadi di Indonesia ini, diinisiasi Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Samosir yang menghadirkan juga pihak TNI, Polri dan Departemen Agama Kabupaten Samosir. Acara ini dimoderatori Kepala Kantor Kesbangpol Samosir Paris Manik berlangsung di Kantor Kesbangpol Samosir, Kamis (14/5).

Kepala Kantor Kesbangpol kab Samosir Drs. Paris Manik, MM dalam sambutannya mengajajak semua tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan organisasi masyarakat untuk sama sama waspada terhadap pergerakan teroris di lingkungan masing-masing dan menghimbau agar tetap menjaga kerukunan antar sesama.

Dandim 02/10 Tapanuli Utara diwakili Perwira penghubung TNI J. Aritonang menyampaikan bahwa TNI siap membackup dan membantu pihak Kepolisian apabila ada dan atau terjadi masalah teroris di wilayah Kabupaten Samosir dan menghimbau agar semua elemen masyarakat menjaga lingkungannya tetap kondusif dan waspada.

Kapolres Samosir diwakili Kasat Intel Polres Samosir AKP Arman Samosir menghimbau agar para tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas, dan semua elemen masyarakat menjaga kantibmas di wilayah kabupaten Samosir. Untuk daerah pariwisata dan perhotelan untuk lebih intensif melakukan pemeriksaan terhadap semua tamu dan pengunjung.

Kepada pengelola rumah sewa dan kontrakan agar lebih waspada, dan semua Kades untuk membuat peraturan wajib lapor kepada setiap orang yang baru datang di wilayahnya. Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Samosir Tawar Tua Simbolon menyampaikan bahwa pendidikan dini dan kewaspadaan lingkungan adalah salah satu cara menghambat pertumbuhan teroris.

Kepala MUI Kabupaten Samosir menyampaikan bahwa radikalisme bukan ajaran Islam dan mengutuk serta mengecam perbuatan teroris yang terjadi di Indonesia akhir akhir ini. Lebih lanjut disampaikan bahwa teroris adalah musuh kita bersama dan kotbah tidak ada yang propokatif.

Di akhiri acara dilakukan perumusan komitmen bersama Elemen Masyarakat Samosir yaitu : ” Mengutuk dan mengecam tindakan Radikalisme yang tidak bertanggung jawab baik di Makobrimob dan Surabaya dan Sidoarjo, Segala tindakan yang dapat merusak tatanan Bangsa dan Ras adalah Musuh kita bersama, Mendukung dan memeprcayakan tindakan pengamanan Fasilitas Umum dan Pribadi seperti Gereja dan Mesjid,

Suasana saat Diskusi di ruang kantor Kesbangpol Samosir

Tidak melakukan tindakan Provokasi, Meningkatkan Kewaspadaan Dini, Kepala Dusun dan Kepala desa aktif melakukan identifikasi pendatang /pengunjung, menyelesaikan persoalan sosial dengan konsep dalihan Natolu. Semua utusan Elemen masyarakat melakukan penandatanganan perumusan Komitmen dan Spanduk “Kami Tidak Takut  Teroris Kami Cinta Damai”. (Hs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *