GM BICT Aris Zulkarnain, Merajut Kebersamaan Menggenggam Impian

Aris Zulkarnain

Belawan, PRESTASI REFORMASI.com – Mewujudkan Goal Impian pasti tidak mudah. Upaya ini memerlukan kerja sama yang baik. Prestasi tidak akan datang dengan sendirinya. Keduanya akan hadir menemani, ketika orang yang “menjemputnya” fokus dan disiplin pada semangat kerja keras dan kerja cerdas—akuntabel, responsibel, mau belajar, serta rendah hati.

Seperti itulah Be the Best and Do the Best yang ditauladani General Manager Pelindo 1 Belawan International Container Terminal (BICT) Aris Zulkarnain kepada jajarannya dalam menjalankan tugas memberikan pelayanan prima kepada pelanggan. Hasilnya memuaskan. Perusahaan terminal peti kemas internasional ini dianugerahi tiga kategori terbaik.

Ketiga penghargaan yang diraih secara bersamaan oleh perusahaan andalan Pelindo I ini, yakni tentang penerapan ERP terbaik, sebagai General Manager terbaik, dan Cabang Pelabuhan terbaik di jajaran Pelindo I. Prestasi dan apresiasi ini diraih pada tahun 2017. Secara bersamaan di tahun itu juga perusahaan terminal peti kemas terkemuka di luar Pulau Jawa ini menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 13,91 persen. Prestasi itu pun sekaligus menjadi kado pada HUT Ke-31 BICT yang peringati pada 17 Maret 2018 lalu.

Bersyukur dan IntrospeksiKendati prestasi dan apresiasi telah menjadi ikon bagi BICT, namun seiring rasa syukur dibarengi introspeksi dan evaluasi, dengan diplomatis Aris menuturkan, yang penting manajemen BICT tetap berupaya bagaimana agar hari ini lebih baik dari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini.

“Intinya, kita harus tahu mensyukuri dan menikmati amanah yang kita terima serta dapat melaksanakannya dengan sepenuh hati dalam memberikan pelayanan prima bagi memuaskan pelanggan dalam meningkatkan innovasi bisnis kepelabuhanan untuk mendatangkan keuntungan bagi perusahaan,” ujarnya.

“Keadaan seperti itu memang tidak mudah dicapai bila kita tidak siap untuk berbenah dan berubah menuju kepada yang lebih baik. Penolakan dan cemo’oh wajar menggelora di tiap lini pelayanan. Tapi kita harus tetap berbuat dan memberikan yang terbaik. Pesan inilah yang selalu saya ingatkan kepada jajaran saya di BICT. Kalau mau tumbuh dan berkembang, ubahlah perilaku,” ujar Aris dalam kesempatan bincang-bincang mengomentari PRESTASI Reformasi di tepi laut Belawan, pekan lalu.

Pejabat “nomer wahid” di BICT ini dalam kesempatan silaturrahim siang itu didampingi sejumlah staffnya, yakni Menejer Umum Widi Gustanto, Menejer Operasi Charles Jhonson Sirait, Menejer Teknik Andi Hakim Syahputra, Menejer Keuangan Riza Nasution, Menejer Sistem Manajemen M.Taufiq Fadillah, dan Asmen Hukum dan Humas Tengku Irfansyah.

GM BICT Bersama para Menejer

Pesan Bunda Selalu di Benak
Selain menerapkan kebijakan koorporasi, dengan nada sedikit tersedu-sedan, Aris menambahkan, dalam menjalankan amanah bertugas di mana pun, ia selalu mengimplementasikan pesan ibundanya.

“Emak saya selalu berpesan, katanya: Kalau esok engkau menjadi pimpinan, berikan contoh yang baik kepada anak buahmu. Ibda’ bi Nafsyik. Mulailah dari diri kamu sendiri. Karena, tidak ada anak buah yang buruk. Tapi, bisa jadi pimpinan yang tidak baik. Petuah, ibunda tercinta selalu terngiang dan menjadi mesin pendorong semangat bagi saya dalam menangani suatu pekerjaan.” ungkapnya.

Dalam upaya mewujudkan Goal Impian di masa datang, kita tetap komitmen dan konsistensi. Jika tidak, yang kita wanti-wanti adalah seperti kata pepatah: “Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya.” Kepercayaan orang kepada kita sangat mahal harganya. Ini yang harus tetap kita pertahankan dan lebih kita tingkatkan lagi,” ujar pemilik hobi bulu tangkis itu.

Komitmen dan konsisten itu tentu harus didukung secara terintegrasi pada kesiapan sumber daya manusia. Ketika kita bicara tentang SDM tentu kaitannya dengan manusia, dan ketika kita bicara tentang manusia tentu tak terlepas kaitannya dengan manajemen. “How to manag” dalam upaya meningkatkan kapabilitas guna menaikkan kapasitas, sambung Aris.

Selain itu tentang leadership. Ini juga hal sangat penting yang tak dapat dipisahkan dari komitmen dan konsisten yang kita maksud. Itulah sikap dan tindakan yang baik yang harus kita impelementasikan. Karena apa pun ceritanya, orang tidak akan terpesona pada apa yang kita katakan, tapi orang akan terpaut kepada Do the Best tindakan (pelayanan) yang baik. Dari dua instrumen penting ini, Tools (Alat bantu) infarstruktur, pasti merupakan bagian yang vital perlu terintegritas, ujar sosok humanis itu.

Motivasi tak henti-henti menyertai etos kerja anak buah. Contohnya pada bulan puasa, etos kerja tidak boleh menurun. Dalilnya, bagi orang yang berpuasa tidurnya saja dinilai ibadah. Nah, bagaimana kalau bekerja. Dengan motivasi seperti ini yang saya terapkan di bulan Ramadlan 1438 H lalu, produktivitas malah meningkat dibanding pada bulan lainnya, ungkap Aris. (masri tanjung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *