PERNAHKAH WISATAWAN MERENUNG DI PULAU INDAH SIBANDANG ?

Catatan : JA.Sitompul

Taput, PRESTASI REFORMASI.Com – Dari 233.483 orang Wisatawan Mancanegara (Wisman) mengunjungi Provinsi Sumatera Utara (Sumut) hingga akhir tahun 2017, mungkin hanya hitungan jari atau boleh jadi belum ada seorangpun yang menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara khususnya ke Pulau Sibandang yang termasuk kawasan Danau Tektonik yang memiliki batu-batu besar dan sebahagian pasir bersih dan putih mengelilingi pantainya.

Seperti diketahui Pulau Sibandang, tidak terlalu maju kalau dikatakan merupakan satu-satunya pulau yang menjadi kekayaan alam milik Masyarakat Taput yang berada di kawasan Danau Toba setelah pemekaran Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dan Kabupaten Samosir.

Lokasi pulau tersebut, terletak di sebelah utara Kecamatan Muara, terdiri dari tiga desa dengan luas kurang lebih 850 hektare yang berbatasan langsung dengan pantai Tobasa sebelah timur, pantai Samosir sebelah utara, dan pantai Humbahas disebelah barat.

Pasir putih bersih Pantai Nambunga di Pulau Sibandang.

Khusus di pinggiran pantai Humbahas yang dihiasi dengan jejeran tebing-tebing curam terjal memukau penglihatan ? dimana pantai membiru dekat Benteng Bakkara sebagai basis pertahanan Sisingamangaraja saat melawan pasukan Padri tahun 1818 dan penjajah belanda sesudahnya.

Selain itu, kemanapun kita memandang dari Pulau Sibandang sangat indah, menawan, dimana iklimnya juga sejuk dengan alam yang masih asri dan sangat cocok dijadikan sebagai kawasan peristirahatan.

Kawasan ini juga begitu cocok bila dibenahi sebagai area memancing (menjadi lokasi Wisata Pancing) di pantai sekelilingnya dengan beragam ikan seperti Ikan Jurung, Mas, Mujair, Nila dan lainnya.

Dikatakan, dalam rangka mewujudkan semua ini masyarakat setempat berharap bupati Taput harus lebih berani dalam pembenahannya, dimana Dinas Pariwisata daerah ini yang dibawa kendali Binhot Aritonang sekarang harusnya rajin lakukan terobosan terutama menyangkut hajat para wisatawan baik lokal bahkan wisatawan puluhan negara yang ditargetkan untuk berkunjung kedepannya ke Muara.

Karena bagaimanapun, masyarakat setempat sudah lama lakukan persiapan mendukung dan menerima kehadiran beragam rencana pembangunan, termasuk diantaranya home stay yang berlokasi di Desa Sampuran dekat pantai Nambunga Pulau Sibandang bahkan infrastruktur jalan melingkar dan fasilitas lainnya, tentu dengan kehadiran bangunan dimaksud tidaklah merusak keasrian sekitar pulau.

Desa Sampuran di Pulau Sibandang, adalah desa yang paling utara dari tiga desa, dimana pantainya berhadapan langsung ke pantai Tarabunga, pantai Sigaol, pantai Laguboti, bahkan dihiasi Pegunungan (Dolok) Tolong menjulang tinggi di Kabupaten Tobasa di sebelah tenggara.

Pulau Sibandang sebelah utara kecamatan Muara ini, juga berhadapan langsung ke pantai-pantai yang ada di Pulau Samosir yang tidak asing lagi bagi wisman, antara lain pantai di Kecamatan Harian, pantai di kecamatan Nainggolan, pantai di kecamatan Onan Runggu, dan pantai di Kecamatan Palipi.

Oleh karenanya Warga di tiga desa itu berharap, pulau tersebut agar dikelola lebih baik untuk menjadikannya sebagai pusat wisata yang punya magnet tersendiri. Dan membuat betah wisatawan untuk menyisakan waktunya ditempat itu, mereka siap diarahkan agar kawasan pulau punya kesiapan sebagai tuan rumah yang baik bagi tamu yang akan datang.

Pohon Mangga menambah hijaunya pantai sekitar Pulau Sibandang.

Dengan demikian Kecamatan Muara dengan pulau Sibandang tidak menjadi sia-sia sebagai satu-satunya pulau milik warga dan asset Pemerintah Kabupaten Taput dengan beragam keindahannya itu.

Pintu Masuk
Kalau dilengkapi sarana prasarana yang dibutuhkan, Sibandang sebagai pulau yang seluruh pesisir pantai ditumbuhi Pohon Mangga Toba yang terkenal manis dengan aroma khasnya, dimungkinkan menjadi tempat peristirahatan para wisatawan lokal maupun manca negara yang mungkin lelah setelah aktivitas edukasi atau wisata lainnya seharian, dan tidak mustahil digelar pesta mangga saat panen besar.

Tentu variasi-variasi budaya yang menjadi tradisi warga pulau sedini mungkin harus dipoles bahkan bila perlu dikolaborasi dengan budaya tetangga tanpa mengurangi makna aslinya supaya memiliki daya tarik agar mampu dijual menyegarkan setiap wisatawan dimasa datang. Dimana Bandar Udara ( Bandara ) Internasional Silangit sebagai pintu masuk dan keluar wisman kekawasan Danau Toba harus dimanfaatkan maksimal agar lebih terarah memacu perekononian warga sekitarnya.

Berbicara mengenai Wisatawan, maka dari data Badan Pusat Statistik Sumut menyebutkan, hingga bulan November 2017 saja berkisar 24.497 orang Wisman yang berkunjung ke sumut yang didominasi Malasya berkisar 51,96 %, selebihnya wisatawan singapur, tiongkok, australia, jerman, india, inggris, amerika, hongkong dan Thailand dimana para wisman ini berkunjung ke Danau Toba, Langkat, Serdang Bedagai, Batubara dan Nias dengan kegiatan penelitian, Selancar selain Wisata.

Rumah penduduk dan Pohon Mangga yang hijau dan daun muda yang merah kekuningan menambah pesona sekitar Pulau Sibandang.

Kembali ke data kunjungan Wisman sesuai data BPS Provinsi Sumatera Utara hingga awal tahun 2018 berkisar 14.999 januari dan pebruari 17.926 atau dengan selisih satu bulan saja sudah meningkat 19,51% yang masih didominasi wisatawan Malaysia berkisar 59,10 %, dan kalau dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2017 maka kunjungan wisatawan 2018 telah mengalami peningkatan 3,58 %. dimana data akurat tentang jumlah wisman yang berkunjung ke Pulau Sibandang Muara hingga hari ini belum diperoleh.

Namun untuk kemudahan para wisatawan khususnya dipantai danau toba kecamatan Nainggolan Samosir telah dibangun dermaga verry untuk menyeberang setiap hari ke pantai pulau sibandang di dermaga kecamatan muara Taput, dimana jarak tempuhnya berkisar satu setengah jam saja.

Pertanyaannya berapa orangkah wisatawan lokal terlebih wisatawan manca negara yang datang ke MUARA menyempatkan diri untuk beristirahat dan menikmati panorama indah sekaligus merenungi ciptaan Tuhan yang sungguh luar biasa di Pulau Sibandang tersebut ? (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *