Mensyukuri 18 Tahun SKU PRESTASI REFORMASI

Catatan Khusus dari Masa ke Masa Terbit Hingga Akhir Masa

Oleh: Bgd. Masri Tanjung
Redaktur SKU PRESTASI Reformasi

“Menjemput asa, bermimpi dalam jaga ingin mengusung  Surat Kabar Umum (SKU) PRESTASI REFORMASI bisa terbit hingga akhir masa— hadir menemani pembaca setianya, dan menggandeng media ini menjadi teman sejati yang bisa menemani. Itulah mimpi besar Abangda Drs.Husor Parissan Sitompul, Pemimpin Redaksi surat kabar ini.”

Dengan mengucap puji syukur ke Hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala seiring Hari Ulang Tahun Ke-18 Surat Kabar Umum (SKU) PRESTASI REFORMASI (10-April 2000-10 April 2018), kami coba kembali berbagi kepada rekan-rekan seperjuangan di media ini khususnya.

Adalah, hari ini 18 tahun lalu (10 April 2010) lintasan kenangan manis segenap keluarga besar Surat Kabar Umum (SKU) PRESTASI REFORMASI tetap merona, membekas dan nyata. Terkenang saat kita pernah berjalan bergandeng tangan menjemput Goal Impian mengusung media cetak ini bisa terbit hingga “akhir zaman”. Al-hamdulillah media cetak ini masih tetap hadir menemani pembaca setianya di antero negeri ini hingga ke edisi 534 (Edisi khusus April 2018).

Sekalung budi kami persembahkan mengiringi salam bahagia dan terimakasih kami kepada para mitra sejati, komponen masyarakat, Pemerintah,TNI/Polri perusahaan BUMN dan swasta yang telah memberikan dukungan atensi dan empati terhadap kelangsungan penerbitan SKU PRESTASI REFORMASIhingga hari ini. Tentunya super khusus kepada rekan-rekan wartawan SKU PRESTASI REFORMASI yang saya banggakan di mana pun berada.

Memaknai HUT, tentu saja wujud syukur harus kita padukan dengan instropeksi dan evaluasi terhadap kinerja yang terukur dalam menyikapi perkembangan informasi dan teknologi yang semakin kompetitif. Tentu saja masa 18 tahun yang telah kita lalui dalam membangun dan membesarkan media tercinta ini bisa saja tergolong masih baru. Tapi, jika diselaraskan dengan usia manusia, tentu sudah dewasa.

Dahulu, ketika media cetak ini perdana diluncurkan (Edisi I/10 April 2010) ia masih berbentuk Tabloid hitam putih berukuran 16 halaman dengan nama PRESTASI REFORMASI-red. Mengungkai kenangan ayu sebuah perjuangan, penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih dan salam hormat kepada pasangan sejati Abangda Drs. Husor Parissan Sitompul dan Kanda Zaidar Effendi yang telah menghadirkan surat kabar mingguan ini di kawasan Medan Utara.

Di bawah tangan dingin dan kegigihan pasangan nakhoda ini berjuang tanpa kenal menyerah. Perahu SKU PRESTASI REFORMASI hingga April 2018 ini masih berlayar dengan perjalanan lenggang-gontai, walau terkadang mengundang tanggapan aneka ragam. Di samping harus kerja keras dan kerja cerdas yang terukur, sang leader berkarakter sanguinis dan humanis pun tak jarang berpikir keras tentang bagaimana menghimpun dana untuk bisa mencetak surat kabar ini terbit tepat waktu dan tepat mutu.

Lahir di Atas Semangat Reformasi
Seiring rasa optimis yang “terselip” di sudut hati, bahwa Tabloid PRESTASI REFORMASI harus launching di pertiga April 2010. Dengan menyingkirkan rasa ego, bung Husor merambat ke sana ke mari mencari patner sejati yang bisa menemani. Tentu saja teman yang siap merogoh kocek untuk modal sebagai perusahaan penerbit surat kabar, dan teman yang siap bekerja di meja redaksi sebagai redaktur pelaksana. Dukungan keras dari beberapa sahabat karibnya seperti Dr. Ir.Hamzah Lubis,S.H,M.Si (Dosen ITM), Edi (anggota DPRD Asahan), Syahrul, Peppi Harnoko dan Bgd.Masri Tanjung.

Seiring dukungan teman-teman karibnya tadi, Tabloid PRESTASI REFORMASI “dilahirkan” tepatnya di kediaman Bung Husor Sitompul, Komplek Perumahan Griya Martubung Blok VIII Jalan Jala Permai No.175 Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Dengan “mengendarai” transportasi Tabloid PRESTASI REFORMASI ini, pemimpin, guru, abang sekaligus sahabat sejatiku ini berkeyakinan suatu hari nanti, tabloid hitam putih itu segera menjelma menjadi surat kabar yang mampu merangkai nusantara dan menjadi bacaan yang menyenangkan, mendidik, dan membangun semangat reformasi dan HAM sesuai motto media cetak ini.

Tidak terlalu berlebihan. Suatu hari menggelinding kalimat yang seakan pantas mewakili kata: “Beratlah tabloid mingguan yang dipegang Bung Husor Sitompul itu bisa bertahan.” Itulah sekilas yang terngiang. Namun Pemred yang memiliki sikap dan tindakan flexible, dinamis, ambisius, dan teachable ini tak pernah menyerah demi mencapai Goal Impiannya membesarkan media kesayangannya ini walau terkesan bagai sesakit luka tertancap pedang.

Semangat dan senyum sang humoris dan kartunis ini memang berat terkalahkan oleh rasa kekecewaannya sendiri. Inilah yang memotivasi penulis masa itu siap mendampingi sang guru dan abang yang rendah hati ini.

Penabalan Nama Media
Ketika itu, Selasa 03 April 2000 dalam pelukan rembang petang di arah timur laut Belawan persisnya di pantai Belawan International Container Belawan (BICT) dahulu bernama Unit Terminal Peti Kemas (UTPK) Belawan. Dengan mengucapkan Basmallah, di pantai indah yang menghadap ke Selat Malaka inilah nama media tercinta ditabalkan oleh Bang Husor Sitompul. Petang itu linangan air mata penuh harap tampak menjadi ornamen di pipi Kanda Zaidar Effendi— selaku pendamping sejati hidupnya—saat nama jabang bayi media ini ditabalkan.

Dengan harapan suatu hari nanti media ini dapat menjadi teman sejati yang bisa menenami. Turut mengaminkan do’a tersebut yakni tiga orang si birin tulangnya, Farida Sitompul, Kiki Sitompul dan Syafreza Sitompul termasuk penulis.

Berguru Pada Ibu
Keberhasilan Bung Husor awalnya tak terlepas pada do’a dan petuah ibunda tercinta yang begitu semangat memberi motivasi. Tiga hari sebelum PRESTASI Reformasi ini menjadi tabloid, di ujung shubuh Sabtu 07 April 2000 di dalam rumah sederhana di Kota Tarutung, Husor duduk bersimpuh di pangkuan ibunda tercinta seraya memohon do’a restu ibunda.

Dukungan juga mengalir dari Abangda Jani Amal Sitompul dan Nurdin Sitompul—kedua abang kandung beliau—turut mendukung di berbagai aspek untuk mengembangkan media ini di Tarutung, Sarulla dan Siborong-borong dan adik perempuannya di Kuala Begumit (Langkat).

Ketika hari ini segenap pengawak SKU PRESTASI REFORMASI mengungkapkan rasa bahagia dan applaus atas kehadiran media cetak mingguan ini hingga Edisi 534 (10 April 2018),rasanya patut sejenak kita menoleh ke belakang sekedar mengenang dan menghargai jasa pihak-pihak yang memberikan dukungan semangat, nasehat, do’a bahkan sampai kepada dukungan finansial.

Luar biasa. Dalam upaya mengejarkan terbit tepat waktu untuk menyampaikan surat kabar ini ke daerah dan ke berbagai pelanggan, kami benar-benar dilatih Bang Husor harus accountable dan responsible. Bekerja dan terus bekerja, seakan sepanjang siang dan malam “tak pernah tidur” terus berpacu dalam kecepatan liputan, penerbitan dan pemasaran.

Putus Tali Gas Ganti Sapu
Dalam upaya mengejar target untuk bisa cetak Edisi ke III April 2000, dalam perjalanan dari Kota Siantar menuju Griya Martubung, Minggu tengah malam (22/04/2000), mobil Hijet1000 berwarna biru neon yang dikemudikan Bang Husor putus tali gas di tikungan Pasar Bengkel Perbaungan. Sedangkan malam itu tergolong malam “nestapa” bagi kami, karena tak ada lagi bengkel yang buka.

Hanya ada satu kata: “Perjalanan menuju Medan harus dilanjutkan.” Putus tali gas mobil tersebut tidak menjadikan alasan untuk mematikan mesin guna istirahat di “Kota Dodol” itu. Dengan rendah hati Bung Tompul memasangkan tangkai sapu sebagai pengganti tali gas. Alaa mak jang, Tompuul,Tompuul, gumamku dalam hati, karena selain ngantuk berat perutku lagi keroncongan.

Selanjutnya beliau berseru: “Ayo Ri (maksudnya Masri Tanjung-penulis-red), awak yang nyetir,biar abang yang mengendalikan gas ini. Mudah-mudahan sebelum shubuh kita sudah bisa sampai di rumah,” pinta pemred gila mancing itu.

Disangka China Rupanya Halak Kita
Sepulang dari Kota Tanjung Balai, Minggu petang (29/04/2000), mobil Hijet “Sepatu”(separuh tua) yang kami kendarai “dihadang” preman lontong di sekitar kawasan Durian Begincu Kecamatan Limapuluh.

Dengan tenang “Mas Tom” menginjak pedal rem menghentikan kenderaan, lalu membuka kaca seraya berseru kepada kawanan preman tadi: “Horas bah lae !!!” ujar Husor dengan logat Batak yang cukup kental. “Bah.. hurippu halak China. Halak kita do hape. Horas Lae !!! Selamat jalan laekki.” sahut preman tadi. Kami pun terpingkel-pingkel kesudahannya. Asyiik.

Dirgahayu PRESTASI REFORMASI
Rangkaian suka-duka ini penulis anggap sebagai pelengkap catatan perjalanan dalam menggenggam impian mengusung Tabloid PRESTASI REFORMASImenuju Surat Kabar Umum yang mampu merangkai nusantara dan menjadi bacaan yang menyenangkan, mendidik, dan membangun semangat reformasi dan HAM sekaligus menjadi teman sesuai motto media cetak ini.

Menjadi Teman Sejati
Harapan penulis kepada segenap rekan seperjuangan di mana pun berada. Mari kita tingkatkan semangat juang kita sebagaimana yang pernah kita buktikan masa lalu. Mudah-mudahan kritik, saran dan jalan keluar yang kita sajikan dalam tulisan di media yang kita cintai ini, kelak SKU PRESTASI REFORMASI sejatinya akan menjadi media cetak idaman hati pembaca, dan bagi kita ia menjadi teman sejati yang dapat menemani dalam membasuh lelah perjuangan kita selama ini. Amiin. Go Success Go Freedom PRESTASI-ku Sayang. (bgd.masri tanjung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *