Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Taput Semakin Parah

Restoran dan Hotel di Taput buat Pernyataan
dan PNS Diimbau Melalui Radio agar Tak Memakainya

Taput, PRESTASI REFORMASI.Com – Keberadaan Gas Elpiji Subsidi 3 kg di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) hingga Selasa (27/3/2018) sore ini bukan hanya mahal tetapi masih sangat sulit diperoleh, sehingga kangan masyarakat mencurigai kondisi ini terjadi akibat adanya penyalahgunaan.

Dampak yang dirasakan langsung warga kategori miskin, mereka selalu menjerit saat membutuhkan karena bagai menghilang, baik di agen, pangkalan maupun di tingkat pengecer.

Terkait jeritan warga Taput belakangan ini mengenai gas elpiji subsidi 3 kg karena harga tinggi bahkan sering menghilang saat dibutuhkan,  Kepala Bagian Perekonomian Setdakab setempat kembali bentuk tim monitoring ke beberapa kecamatan.

Hasilnya untuk beberapa usaha kategori restoran dan rumah makan yang dijumpai telah disuruh buat pernyataan tertulis untuk tidak memakai gas elpiji yang pada awalnya diperuntukkan kepada warga miskin.

“Sebagai kepedulian kita terhadap warga kurang mampu dan yang berpenghasilan Rp 1.500.000 per bulan atau kurang dari itu, tim monitoring kita bentuk dan sudah turun ke lapangan dan beberapa restoran juga rumah makan yang selama ini memakai gas elpiji subsidi 3 kg telah membuat surat pernyataan tidak akan memanfaatkannya lagi pada masa datang,” kata Kabag Perekonomian Pemkab Taput Fajar M Gultom khusus kepada PRESTASI REFORMASI.Com, Selasa (27/3), di kantor Bupati Taput di Tarutung .

Khusus kepada para Aparat Sipil Negara di daerah ini, kita telah memanfaatkan Radio Swasta di Tarutung dan Siborongborong untuk menyiarkan imbauan Pemerintah Daerah agar para Pegawai Negeri Sipil tidak memakai gas elpiji Subsidi untuk keperluan rumah tangganya.

“Begitupun, kita tidak dapat melakukan tindakan lebih terhadap PNS yang kedapatan memakainya, kita hanya sekedar menghimbau mudah-mudahan mereka menyadarnya,” ujar Gultom seraya mengatakan bahwa para agen dan setingkatnya telah pernah kita ingatkan agar tidak berspekulasi yang berakibat langkanya gas elpiji subsidi ini.

Sementara itu beberapa Pegawai di bagian Humas dan Keprotokolan Pemkab Taput yang dimintai kejujurannya mengenai pemakaian gas yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin ini tegaskan, tidak pernah memakai gas elpiji subsidi 3 kg karena dihantui ledakan seperti yang terjadi di beberapa tempat.

“Kami tidak memakai gas subsidi 3 kg ini karena takut meledak seperti yang sudah sering terjadi bahkan menimbulkan korban jiwa dan harta, ” kata salah seorang pegawai yang mohon namanya tidak ditulis.(Jas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *