10 Bendungan Terbesar di Dunia dan Fungsinya

Bendungan atau dam merupakan bangunan penting yang sarat dengan berbagai macam fungsi. Mulai sebagai tempat rekreasi atau melihatnya sebagai bangunan strategis untuk menampung air dari hulu maupun air hujan untuk dikonversi menjadi tenaga listrik melalui PLTA. Selain untuk listrik, bendungan juga berguna untuk irigasi serta pencegahan bahaya banjir.

Melihat fungsinya yang sangat vital, sudah semestinya bangunan ini dipelihara semaksimal mungkin, karena sedikit kesalahan dapat menghancurkan sebuah pemukiman di dekatnya. Seperti yang terjadi pada Banqiao and shimantan dam di cina pada 1975, yang menewaskan 17o ribu lebih akibat rubuhnya dinding bendungan saat terjadi badai typhoon nina.

Dam yang ada di seluruh dunia sangat bervariasi, mulai dari bentuk, ukuran hingga paling tinggi. Berikut merupakan sepuluh bendungan paling besar ukurannya, yang pernah dibangun manusia sampai saat ini.

10. Oroville

Salah satu bendungan terbesar yakni oroville dam terletak di Amerika serikat, tepatnya di hulu sungai feather. Dam ini memiliki tinggi 230 meter dan panjang bangunan 2,1 km, mampu menggelontorkan air sebanyak 59,6 juta meter kubik, menjadikannya dam paling besar ke sepuluh di dunia.

Ciri utama bendungan ini yakni dua pintu air yang terpisah, pintu atas yang bentuknya seprti luncuran (kiri), dan pintu bawah untuk menggerakan turbin (kanan). Dibuka pada tahun 1968, cadangan air dam berasal dari danau oroville.

Selain sebagai pengendali banjir, dam ini juga berfungsi sebagai pembangkit listrik bertenaga 819 MW, cadangan air bersih dan sarana irigasi nasional.

9. Mangla


Konstruksi mangla mulai dibangun pada 1961 dan selesai pada 1967 oleh pemerintah pakistan, untuk menahan aliran sungai Jhelum. Dengan tinggi 138 meter, dam ini mampu menahan deras nya air Jhelum sebanyak 65 juta meter kubik.

Mangla diperuntukan sebagai pembangkit listrik tenaga air, dengan kapasitas 1000 mega watt. Selain itu, air dari bendungan ini juga bermanfaat untuk mengairi lahan pertanian penduduk setempat.

8. Gardiner

Dam ini terletak di kanada, dan dibangun selama delapan tahun, resmi dibuka pada 1967, dam ini salah satu paling tua di dunia. Memiliki tinggi 64 meter dan panjang konstruksi 1,5 km, dam ini mampu menahan air yang akan keluar sebanyak 65,4 meter kubik.

Dinamakan Gardiner, karena dam ini seakan pagar yang melindungi pemukiman dari luapan air danau red rock. Selain indah, dam ini berfungsi sebagai pembangkit listrik (186 mW), sarana irigasi, cadangan air bersih dan pengendali banjir.

7. Guri

Guri dam dibangun dalam rentang waktu 1963 sampai 1978, cukup lama untuk membangun sebuah bendungan. Dengan tinggi 162 meter, dam ini mampu menahan air yang keluar sebanyak 70 juta meter kubik sekali jalan, menjadikannya dam paling besar ketujuh didunia.

Terletak di Bolivia, dam ini mampu mengairi wilayah seluas 4.250 km persegi, dam ini memilki berbagai fungsi, diantaranya sebagai cadangan air bersih, irigasi, instalasi listrik 10.000 MW, tempat budidaya ikan dan wisata.

6. Flevoland Dyke

Nama lainnya yakni Houtribdijk, terletak di negara seribu bendungan, belanda. Dalam hal urusan dam, negara ini ahli meracik dam-dam super kuat. Selesai dibangun sekitar tahun 1968, dengan tinggi 13 meter, bendungan ini mampu menahan air menahan air yang lewat sebanyak 78 juta meter kubik.

Cadangan air bendungan ini tak terbatas, dikarenakan air laut adalah sumber utamanya. Fungsi utama dam ini yakni mencegah negara belanda dari terjangan air pasang laut. Dam ini sangat menarik untuk dikunjungi dan telah menjadi spot wajib para fotografer profesional.

5. Ataturk

Dam ini dikenal juga dengan nama karababa, dengan tinggi struktur 166 meter dan panjang bangunan 1819 meter. Dibangun dipenghujung perang dingin selama lima tahun yakni pada 1983 hngga 1992. Dam ini mampu mengeluarkan air sebanyak 85 juta meter kubik, menjadikannya paling besar ke lima di dunia.

Diantara kesepuluh bendungan paling besar konstruksinya, cadangan air yang dapat ditampung ataturk cukup besar yakni hampir 50 miliar meter kubik. Sehingga ideal untuk dijadikan pembangkit listrik. Kapasitas listriknya sebesar 2.400 MW.

4. Fort Peck

Fort Peck salah satu bendungan paling tua yang pernah dibangun manusia. Pada masa itu, dam ini paling besar di dunia. Terletak di Amerika serikat, bendungan ini masih berfungsi dengan baik dan dapat menahan air sebanyak 96 juta meter kubik dalam sekali aliran.

Memiliki tinggi 76,4 meter, fort peck menduduki peringkat ke empat terbesar didunia. Fungsi utama bendungan ini yakni sebagai pembangkit listrik dengan daya 185 MW, pencegah banjir hingga spot para turis untuk berselfy ria.

3. Syncrude Tailing (SWSS)

Syncrude south west sand storage (SWSS) merupakan bendungan ketiga terbesar ke tiga di dunia, dengan tinggi konstruksi hanya 50 meter, namun volume air yang bisa lewat sebanyak 119 juta meter kubik sekali jalan. Dam ini terletak di kanada dan satu komplek dengan syncrude tailing MLSB.

Dibangun pada 2009 sampai 2010, dam ini diperuntukan sebagai pengendali banjir. Seperti kita ketahui, negara kanada termasuk negara yang memiliki cadangan gletser paling banyak, yang rentan leleh akibat pemanasan global.

2. Tarbela

Dibangun oleh negara pakistan, konstruksi bendungan mulai dibangun pada 1968 sampai 1976. Setelah rampung, fasilitas ini mampu menyediakan listrik sebesar 3.478 MW serta sebagai sumber irigasi yang bagi wilayah seluas 259 km persegi.

Dengan tinggi 143 meter, dam ini termasuk tipe TE dan ER, artinya dinding bendungan alami dari tanah (TE) dan batu (ER). Dalam sekali lewat, air yang lewat sebanyak 153 juta meter kubuk, itu menjadikannya bendungan terbesar kedua di dunia.

1. Syncrude Tailings (MLSB)

Bendungan ini dikenal juga sebagai mildred lake setting basin (MLSB), tingginya bangunannya hanya 88 meter, namun dam ini mampu menggelontorkan air sebanyak 540-720 juta meter kubik sekali lewat, menjadikannya dam paling besar di dunia.

Terletak di kanada, cadangan airnya berasal dari beberapa aliran sungai yang letaknya diatas danau basin. Dibangun dalam kurun dua tahun, yakni pada 1976-1978 dan sempat direhab pada tahun 1995. Sayangnya, konstruksi bendungan hanya untuk pencegahan banjir saja, tidak diperuntukan untuk pembangkit listrik. (h/sumber: podocom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *