Lurah Palas Diadukan ke Inspektorat Kota Pekanbaru

Oknum Lurah Dituding Terang-terangan Zolimi Warganya

Pekanbaru, PRESTASIREFORMASI.Com — Sebagai Lurah , tugasnya tentu untuk mengayomi masyarakat di wilayahnya/kelurahannya, namun sosok yang satu ini dinilai sangat ironis, janggal dan bertolak belakang. Kisah nyata yang menimpa salah seorang warga ini ibarat jatuh tertimpa tangga dipijak lagi bahkan dikubur.

Hal itu terungkap dari laporan masyarakat, bahkan menuding Lurah Palas Kota Pekanbaru terang-terangan meresahkan masyarakat dan menyengsarakan warga.

Pengakuan itu disampaikan Jonperi Harianja, kepada Wartawan Surat Kabar PRESTASI REFORMASI dan prestasireformasi.Com Joni Effendi, baru-baru ini.

Dikatakannya dia telah dijolimi atau dirugikan Asman pejabat Lurah Palas, dengan jumlah uang miliaran rupiah, sesuai nilai harga tanah.

Pasalnya, tanah perladangan kebun sawit seluas 5 hektar adalah miliknya, sehingga telah pernah menyampaikan larangan kepada Asman, Pejabat Lurah Palas, melalui surat keberatan bahwa tanah tersebut supaya jangan dikeluarkan surat legalitas tanah bagi siapa pun yang berniat merampas alias perampok tanah.

Kepada Asman, surat himbauan pelarangan secara tertulis resmi disampaikan Harianja, namun oknum Lurah tersebut masih nekad mengeluarkan surat dan tandatangan.

Buktinya, berapa hari kemudian telah dikeluarkan surat kepada yang disebut Harianja sebaga “perampok tanah”, seorang oknum Polri berpangkat Kombes bernama Tumpal Manik.

Harianja melihat ke TKP secara langsung oknum tersebut dan pengawalnya telah merampas tanahnya. Bahkan telah merusak batas-batas tanah milik Harianja.

Harianja hanya terpelongo melihat dari kejauhan, dan dalam batin merintih “Tega-teganya perampok tanah masyarakat berprilaku keji, secara membabi buta, tidak pedulikan milik siapa…!”

Setelah berapa bulan kemudian, Harianja konsultasi kepada Camat Rumbai, saat itu dia juga didampingi Dipa Tampubolon sebagai saksi Harianja tentang tanah tersebut.

Ketika itu Harianja mempertanyakan kepada Camat, kenapa dikeluarkan surat kepada yang disebutnya perampok tanah itu?

Camat itu hanya menjawab enteng, hal itu dia lakukan berdasarkan surat dari bawah ke atas, “Maka saya sahkan…!”

“Jika Anda melihat ada kekeledoran surat yang saya keluarkan, tuntut saya ke PTUN,” ujar si Camat dengan nada remeh.

Atas pernyataan Camat tersebut, Harianja menilai Camat sudah menyalahgunakan kewenangan.

“Jika tanah tidak miliknya namun disahkan Camat. Seperti halnya sama dengan penggelapan surat tanah milik Jonperi Harianja yang dilakukan Asmarani Sihombing, sampai sekarang tidak dipulangkan.
Entah mengapa, tiba-tiba Pemko Kota Pekanbaru juga Lurah Asman, di rumah dinasnya mengusulkan kepada Harianja supaya dibuatkan surat baru lagi.

Harianja pun menyerahkan uang Rp 2 juta biaya pengurusan surat baru atas nama Jonperi Harianja. Namun, uangnya lenyap dana surat pun raib.

Sama halnya kepada Marulahan Bagariang surat tanah miliknya, sudah tandatangani atau cap/stempel mulai tingkat RT/RW/Lurah/Kasimpen Kecamatan Rumbai, harus kasih uang Rp 7 juta baru mau Camat mensahkan surat tanah Bagariang tersebut.

Demikian juga tanah milik Sinambela persis berbatas dengan tembok Kantor Kelurahan Palas, tega-teganya Asman Lurah Palas membiarkan permasalahan tanah di depan matanya terjadi, kemudian dirampas, disurati dengan surat tanah baru, menjadi tumpang tindih sehingga status tanah tersebut menimbulkan persengketaan.

Lagi-lagi kasus penipuan pengurusan KK/KTP terima uang Rp 14 juta pengurusan administrasi, uang urusan KK/KTP, namun tidak juga selesai sampai sekarang.

Hal inilah yang dilaporkan Harianja ke Inspektorat Pemko Pekanbaru dengan surat tanggal 8 Des 2017 lalu.

Melalui berita ini Harianja melapor kepada Inspektorat Pemko Pekanbaru agar menindak dan mencopot Lurah yang tidak menciptkan kenyamanan bagi warganya, malah menyengsarakan mas-yarakatnya.

“Dan apabila tidak diproses Inspektorat akan saya laporkan ke Presiden RI,” tandas Harianja. (Joni Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *